PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dedi Wijanarko Saputro dibuat kesal. Kegeramannya warga Desa Ngampel, Balong, Ponorogo itu sudah sampai ubun-ubun kepala.
Bagaimana tidak, sudah tiga kali pakaian dalam Lina Dwi Pustisari, istrinya, hilang saat dijemur. Ia menduga pelaku pencurian mengalami kelainan seksual alias festish.
Dedi lantas memasang kamera close circuit television (CCTV) disekitaran rumahnya. Ia penasaran dengan sosok yang mengambil pakaian dalam istrinya itu.
Upayanya itu membuahkan hasil. Sesosok pria terekam kamera cctv, Sabtu (24/2) lalu. Pria misterius itu terlihat mengambil pakaian dalam sekitar pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Pencurian Celana Dalam Bikin Perempuan di Kota Madiun Resah, Aksi Terbaru Terekam CCTV
Titik terang pencurian sudah dikantongi. Dedi dan warga lantas menyanggong pelaku.
Tiga hari berselang, sosok pria misterius itu berhasil ditangkap basah saat kembali beraksi di rumah Dedi.
"Saya dan warga memang sengaja menjebak, karena sudah buat resah dan bukan hanya milik istri saya saja yang hilang,’’ tambahnya.
Kapolsek Balong AKP Agus Wibowo membenarkan penangkapan pelaku pencurian pakaian dalam wanita tersebut.
Baca Juga: Pencurian Nyeleneh, Laptop dan Printer Tak Dibawa Kabur, Maling Malah Curi Microphone Sekolah
Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan kasus tersebut pada hari Selasa (27/2) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.
"Pemilik curiga karena sebelumnya juga terekam kamera dengan ciri-ciri sama, akhirnya langsung ditangkap,’’ kata Agus.
Agus, mengungkapkan jika pelaku pencurian bernama Syaifudin Zuhri, warga Desa Madusari, Siman.
Dari pemeriksaan sementara, lelaki 32 tahun itu sudah lima kali lebih melakukan pencurian pakaian dalam wanita. Lokasinya acak dan dilakukan saat malam hari.
"Sudah beristri dan punya dua anak, kami duga memang ada kelainan seksual dari pelaku,’’ bebernya.
Sementara itu, Syarifudin mengakui seluruh perbuatannya. Dihadapan petugas, dirinya mengatakan celana dalam dan bra yang dicurinya diciumnya satu-persatu.
"Saya ciumi dan hirup baunya (pakaian dalam, Red),’’ akunya.
Setelah puas, pakaian dalam tersebut dibuang ke sungai tak jauh dari desanya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya