Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengejutkan, Nama Mantan Bupati Ponorogo Dua Periode Ini Muncul di Hasil Survei Indopol

Sugeng Dwi N. • Jumat, 10 Mei 2024 | 21:30 WIB

 

BUKAN PENENTU: Lembaga Survei Indopol merilis tingkat elektabilitas kandidat kontestasi Pilkada Ponorogo, Kamis (9/5).
BUKAN PENENTU: Lembaga Survei Indopol merilis tingkat elektabilitas kandidat kontestasi Pilkada Ponorogo, Kamis (9/5).
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Enam bulan jelang Pilkada Ponorogo, dinamika politik Bumi Reog semakin dinamis.

Selain nama-nama calon bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup), belakangan muncul beragam hasil survei.

Terbaru, Lembaga Survei Indopol merilis hasil survei elektabilitas sejumlah nama yang selama ini santer beredar di masyarakat, Kamis (9/5) kemarin.

Namun dari rilis yang dibacakan muncul nama mantan Bupati Ponorogo era tahun 1999 hingga 2004 silam.

Nama mantan bupati dua periode almarhum Markum Singodimedjo ada dalam hasil survei tersebut bersama Sugiri Sancoko, Ipong Muchlissoni, Agus Pramono, Ali Mufti, Ibnu Multazam, Didik Subagio, Supriyanto, dan Miseri Efendi.

"Kami sodorkan ke masyarakat siapa bupati yang cocok pimpin Ponorogo, hasilnya muncul beberapa nama termasuk nama Bupati Markum yang telah meninggal,’’ kata Direktur Indopol Jawa Timur Fauzin.

Dari data yang ada, sebanyak 3,3 persen responden di Kecamatan Babadan menyebut nama almarhum bupati tersebut.

Secara keseluruhan, Indopool menyebut bahwa calon petahana masih memiliki tingkat elektabilitas lebih unggul dibanding kandidat lainnya.

Namun, Fauzin juga mengunkapkan bahwa jumlah responden yang menjawab tidak tahu alias swing voters di enam kecamatan terbilang tinggi.

Yakni di Yakni Kecamatan Babadan, Jetis, Sooko, Slahung, Badegan, serta Jambon. Bahkan jumlahnya melebihi para kandidat.

Seperti di Kecamatan Slahung dan Jambon misalnya. Jumlah pemilih yang menjawab tidak tahu saat surveri pada 23-28 April lalu sebanyak 85 persen.

"Peta ini kalau di-follow up kandidat lain, dan dibuat tim yang baik dengan berbagai macam pendekatan tentu bisa mengerek elektabilitas mereka,’’ jelasnya.

Fauzin menegaskan bahwa angka dalam hasil survei yang dilakukan pihaknya itu bisa saja berubah.

Kinerja mesin partai politik (parpol) dan komandan tempur di lapangan jadi kunci yang bisa mengubah elektabilitas kandidat sebelum coblosan 27 November mendatang.

"Kalau dalam beberapa bulan yang punya tren tinggi salah ambil langkah tentu bisa ganggu elektabilitas, juga sebaliknya,’’ tegasnya, sembari menyebut jumlah responden dalam survei sebanyak 410 orang.

Menurutnya, waktu enam bulan yang tersisa harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para kandidat yang memutuskan bakal terlibat kontestasi pilkada.

Fauzin berpesan kepada para kandidat yang memposisikan sebagai challengger atau penantang petahana wajib kerja ekstra.

"Calon yang belum dapat partai harus kerja keras mendongkrak elektabilitas agar dilirik partai politik. Kalau tidak, ya, maju independen,’’ ungkapnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Bupati Ponorogo #pilkada #Sugiri Sancoko #markum singodimedjo #Indopol #Ipong Muchlissoni