PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 dijadwalkan dilaksanakan bulan November mendatang.
Kabar rivalitas politik antara Sugiri Sancoko dengan Ipong Muchlissoni menjadi bumbu Pilkada Ponorogo mendatang.
Mesin politik sejumlah partai politik (parpol) di Ponorogo mulai bergerak dinamis. Pun kabar soal koalisi dan kandidat bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) terus bersliweran.
Namun,hingga saat ini kabar soal koalisi yang beredar tersebut belum pasti kebenarannya. Maklum, belum ada parpol yang mengumumkan koalisinya sacara resmi.
Bahkan, Sugiri Sancoko-Lisdyarita menjadi salah satu pasangan calon (paslon) yang serius berlaga dalam konestasi Pilkada Ponorogo.
Ini dibuktikan dengan melakukan pendaftawaran pasangan bacabup-bacawabup di tiga parpol. Yakni di Partai Demokrat, PKB, dan PDIP.
Sementara, Ipong Muchlisoni, rival politik Sugiri Sancoko masih terkesan adem ayem. Meski DPD Nasdem Ponorogo juga disebut sudah melakukan pendaftaran di partai yang dipimpinnya.
Baca Juga: Mengejutkan, Nama Mantan Bupati Ponorogo Dua Periode Ini Muncul di Hasil Survei Indopol
Elite Partai Nasdem di Ponorogo masih terus melakukan komunikasi politik ke sejumlah parpol. Salah satunya ke Partai Gerindra.
Bahkan santer beredar kabar bahwa pendamping mantan Bupati Ponorogo itu adalah kader Partai Gerindra.
Namun, lagi-lagi kebenaran informasi itu belum terbukti. Baik Ipong Muchlissoni maupun DPD Nasdem belum mengumumkan sosok bacawabupnya.
Mengenai hal tersebut, Supriyanto, Ketua DPC Gerindra Ponorogo, memilih irit memberikan komentar.
Hal itu menunjukkan Gerindra seolah menutup rapat-rapat strategi politik yang bakal dijalankan dalam Pilkada Ponorogo tahun ini.
Dirinya tidak menampik dan membenarkan kabar perihal kadernya diminta mengisi posisi wakil bupati mendampingi Ipong Muchlissoni.
Menurutnya kabar tersebut belum fixed. Saat ini pihaknya fokus membangun komunikasi dengan seluruh partai politik (parpol).
"Masih tahap penjajakan, belum ada keputusan,’’ kata Supriyanto.
Baca Juga: Pilkada Ponorogo: Koalisi Gerindra-Nasdem Selangkah Lagi Terbentuk? Ipong Sebut Sudah Ada Kontak
Supriyanto tak canggung menyebut Gerindra memiliki nilai tawar bagi poros yang akan bertarung dalam pilkada mendatang.
Mengantongi enam kursi dari hasil Pileg 2024 lalu, Gerindra dinilainya memiliki bargaining position yang bagus dalam kancah perpolitikan di Ponorogo,
Disodorkan pertanyaan spesifik apakah tahun ini Gerindra tetap konsisten berkoalisi dengan Nasdem seperti Pilkada 2015 dan 2020?
Dirinya menjawab diplomais. Menurutnya segala kemungkinan bisa terjadi seiring dinamika pilkada.
Padagelaran Pilkada Ponorogo 2015 lalu, Gerindra bersama-sama PAN dan Nasdem mengusung Ipong Muchlissoni-Soedjarno.
Koalisi yang dibangun itu sukses mengantarkan paslon yang diusungnya duduk di kursi bupati dan wakil bupati.
Sementara, pada pilkada 2020, koalisi gendut yang digawangi Nasdem bersama Gerindra, PKB, Demokrat, Golkar dan PKS gagal mengantarkan paslon Ipong Muchlissoni- Bambang Tri Wahono yang diusungnya.
"Pilkada masih berproses, kami menjalin komunikasi dengan semua partai,’’ jawabnya normatif. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya