PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah personel Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendatangi Kabupaten Ponorogo.
Kedatangan mereka untuk meninjuai lokasi tanah retak yang ada di Kabupaten Ponorogo. Ada lima titik lokasi yang dikunjungi.
Selain melakukan pemetaan, tim dari PVMBG itu juga memasang alat peringatan dini atau EWS sejak 3-5 Juni lalu.
Penyelidik Bumi Tim PVMBG Yuhandi Kristiawan mengatakan, lima titik tersebut tersebar di berbagai kecamatan.
Yakni, Desa Tumpuk dan Desa Sriti, Kecamatan Sawoo; Desa Talun, Kecamatan Ngebel; Desa Banaran dan Desa Bekiring, Kecamatan Pulung.
Pihaknya juga menerjunkan drone untuk pemantauan langsung, pemetaan koordinat, serta mengambil foto citra udara.
"Kami pantau gerakan tanah dan potensinya seperti apa,’’ jelas Yuhandi.
PVMBG menetapkan sejumlah wilayah berpotensi adanya pergerakan tanah susulan. Di Dusun Sriti, Desa Bekiring salah satunya.
Pergeseran tanah diprediksi mungkin terjadi saat musim penghujan. Khususnya, di beberapa titik bekas permukiman yang ditinggalkan warga.
"Kawasan lain juga kami pantau, khususnya yang dilaporkan pernah terjadi tanah gerak, dan ada pemukimannya,’’ bebernya.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya menjadi bahan kajian serta penentuan titik pemasangan early warning system (EWS) tanah longsor.
Rencananya EWS dipasang di beberapa titik rawan. Harapannya, mampu menekan potensi korban bencana alam.
"EWS ini bisa memberikan peringatan dini bilamana ada pergerakan tanah, dan warga bisa evakuasi menjauh dari daerah rawan,’’ ungkapnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetyo menambahkan, sementara warga diimbau tak mendekati area berbahaya tanah gerak.
Pun, sudi melaporkan ke pemerintah desa atau BPBD jika ada tanda-tanda gerakan tanah.
"Kami pantau terus di kawasan-kawasan rawan ini, agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan,’’ ujar Agung. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya