PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Kabar duka datang dari Tanah Suci. Sahri Muhamad Nur, jemaah haji asal Ponorogo dikabarkan meninggal dunia.
Kakek 78 tahun dari Desa Lengkong, Sukorejo itu menghembuskan napas terakhir di RS An Nur, Makkah. Keluarga menerima kabar lelayu (duka, Red) pukul 00.10 WIB, Senin (10/6).
Kholil Mansur, putra kedua almarhum tak menyangka momen mengantar ayahnya saat pemberangkatan di Pendapa 15 Mei lalu menjadi pertemuan terakhir.
Baca Juga: Jemaah Uskinu Ponorogo Dibekali Teori dan Praktik Umrah-Haji, Demi Ibadah Terbaik di Tanah Suci
Kendati memiliki riwayat penyakit, kondisi ayahnya terlihat segar bugar saat pemberangkatan rombongan jemaah asal Ponorogo.
"Berangkat haji juga sudah dinanti-nanti karena mendaftar sejak 12 tahun lalu,’’ kata Kholil.
Kholil mengatakan, ayahnya berangkat ke Tanah Suci bersama Syamsiah –ibunya.
Beberapa kali menyambung komunikasi via seluler, kekhawatiran sempat muncul saat mendengar kabar ayahnya jatuh sakit hingga dirawat petugas medis.
"Ikhlas karena takdirnya memang seperti ini. Semua akan meninggal pada akhirnya,’’ terangnya.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Ponorogo Marjuni mengatakan jemaah kloter 19 itu meninggal pukul 19.00 WIB Minggu (9/6).
Sahri, sempat menjalani perawatan lima hari di RS An Nur Makkah. Merujuk hasil pemeriksaan, ia mengalami penyumbatan pembuluh darah pada kaki yang menjalar ke paru-paru.
"Kondisi tersebut menyebabkan sesak nafas, dan Jumat (7/6) masuk ICCU sebelum meninggal dalam perawatan,’’ jelas Marjuni.
Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat menjalani ibadah umrah wajib beberapa waktu lalu.
Saat itu Sahri mengalami pembengkakan kaki dan harus menggunakan kursi roda. Pun, sempat dirawat Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Melihat kondisi Sahri terus menurun, petugas lantas memutuskan merujuknya ke rumah sakit.
"Jenazah dimakamkan di Makkah, dan disalatkan di Masjidil Haram setelah salat subuh,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya