PONOROGO, Jawa Pos Rada Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bakal pindah kantor. Tapi itu hanya sementara.
Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, berencana ngantor di Kecamatan Ngrayun. Hal itu sontak mengundang beragam tanggapan.
Salah satunya dikait-kaitkan dengan politik. Keputusan Sugiri itu dianggap bagian dari manuver politik di wilayah paling selatan Kabupaten Ponorogo.
Pasalnya, dukungan kepada rivalnya Ipong Muchlissoni dalam Pilkada Ponorogo kali pertama berdengung di wilayah tersebut.
Namun hal itu langsung dibantah Kang Giri. Ia menegaskan bahwa rencana ngantor di Kecamatan Ngrayun itu dilakukan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga itu.
Tak sendirian, pihaknya bakal memanggil pemangku kepentingan, mulai camat, kepala desa (kades), hingga tokoh masyarakat dialog bersama warga.
"Semua pihak kami ajak terlibat, mana yang perlu dipercepat dan gotong royong untuk diselesaikan,’’ kata Kang Giri.
Dia mengklaim segudang masalah mulai jalan rusak, fasilitas umum (fasum) pendidikan dan layanan di Kecamatan Ngrayun harus mendapatkan perhatian lebih.
Termasuk jalan-jalan rusak yang sempat viral di media sosial (medsos). Yakni, kerusakan jalur utama Baosan Lor-Ngrayun yang menjadi kewenangan Pemkab setempat.
Hingga memaksa komunitas sopir truk urunan melakukan perbaikan hingga viral di medsos. Tepatnya, di timur pertigaan Bon Kandang, masuk Desa Baosan Lor, Ngrayun.
Titik tersebut tak tersentuh perbaikan pasca insiden truk menimpa teras rumah akibat jalan rusak.
Terus terang Kang Giri menyebut jika proses perbaikan jalan dan layanan dasar di Ngrayun butuh waktu.
Pun, dia berjanji bakal optimal selama ngantor di wilayah pinggiran itu.
"Tidak bisa seperti lombok dicokot langsung pedes, semua butuh proses,’’ kelakarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya