PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Belum genap sepekan, peryaan Grebeg Suro 2024 di Kabupaten Ponorogo tercoreng oleh oknum pedagang makanan.
Banyaknya warga yang menonton Grebeg Suro dimanfaatkan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan makanan di kawasan Alun-alun Ponorogo tersebut.
Salah satunya dilakukan oleh pedagang nasi pecel. Oknum PKL di keramaian Grbeg Suro tersebut memasang tarif tak wajar.
Baca Juga: Warung di Telaga Sarangan Viral di TikTok, Wisatawan Keluhkan Harga Makanan Mahal dan Tak Wajar
Salah seorang pembeli yang merasa jadi korban getok harga itu pun kecewa. Ia menggunggah kejadian tak mengenakkan itu ke jejaring sosial.
Akibatnya bisa ditebak. Ulah oknum PKL itu menjadi sorotan publik. Alhasil, kemeriahan perayaan Grebeg Suro pun tertutup dengan peristiwa getok harga itu.
Yuni Anjarwati, menjadi korban ulah nakal PKL tersebut. Warga Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun itu lantas menuliskan keluh kesahnya di Facebook (FB).
Dirinya mengungkap kejadian bermula saat ia menonton Festival Reog Remaja (FRR) pada hari Minggu (30/6) lalu.
Karena merasakan lapar, dia membeli sebungkus nasi pecel dan dua bungkus nasi campur di salah satu lapak PKL yang ada di sisi timur Alun-alun Ponorogo.
Yuni sempat tertegun usai mendengar oknum pedagang menyebut nominal yang harus dibayarnya.
Bahkan sempat terlintas jika penjual asal sebut harga tiga bungkus makanan yang dibelinya. Maklum, waktu itu ia harus membayar Rp 70 ribu.
"Saya tanyakan lagi ke penjualnya. Katanya nasi pecel Rp 10 ribu, dua nasi campur Rp 60 ribu,’’ bebernya.
Meski merasa kecewa dan hatinya dongkol, Yuni tetap membayar makanan tersebut. Dia berharap Pemkab Ponorogo tidak membiarkan kejadian serupa terulang.
"Setiap tahun lihat Grebeg Suro, hasilnya kecewa apalagi tidak ada harganya di daftar menu,’’ terangnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan menyayangkan ulah oknum pedagang tersebut.
Baca Juga: Pemkab Ponorogo Beli Truk Penyapu Jalanan, Lebih Cepat dan Bersih Dibanding Pasukan Kuning?
Pihaknya telah memanggil dan memberikan sanksi lisan atas dugaan getok harga tersebut. Bahkan Disperdakum tak segan bakal mencabut izin jualan jika aksi serupa diulang.
"Kami juga sudah konfirmasi, dan memberikan peringatan sesuai kewenangan kami,’’ tegas Ringga.
Ringga juga mewanti-wanti pedagang wajib memasang daftar harga makanan. Pihaknya tidak ingin perayaan Grebeg Suro tercoreng oleh ulah satu dua oknum tak bertanggung jawab.
"Daftar menu dan harga wajib dipasang. Kalau ada yang getok harga lagi, jangan segan lapor ke dinas kami (Disperdakum, Red),’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya