PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tambah satu lagi. Jumlah pendatang baru yang kepincut ingin jadi Bupati Ponorogo dalam pilkada mendatang bertambah.
Nama wajah baru yang masuk dalam bursa bakal calon bupati (bacabup) di Pilkada Ponorogo kali ini bukan kaleng-kaleng.
Ia bahkan diprediksi bisa menjadi batu sandungan bagi petahana Sugiri Sancoko dan rivalnya Ipong Muchlissoni juga Muhammad Harun Ar Rashid (MHR) berebut rekomendasi PKB.
Baca Juga: Dilukis Sejak Tahun 1981 Silam, Karya Seniman Legendaris Ponorogo Dibanderol Puluhan Juta Rupiah
Maklum, sosok tersebut adalah purnawirawan jenderal bintang, yang semasa aktif bertugas di TNI AD.
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Purn) M. Zaelani resmi mendaftar bacabup ke Kantor DPC PKB Ponorogo, Kamis (4/7).
Ia tidak datang sendiri. Sejumlah simpatisan dan pendukungnya mengiringi langkah M. Zaelani mendaftar bacabup.
Pensiunan jenderal TNI bintang satu itu menjadi kandidat kelima yang berebut rekomendasi menjadi bacabup dari PKB.
Zaelani mengklaim tergerak mencalonkan diri atas dorongan masyarakat.Putra daerah asli Bumi Reog itu ingin melanjutkan pengabdian membangun kabupaten ini.
Termasuk melestarikan kesenian tradisional Reog Ponorogo sebagai warisan budaya.
Baca Juga: Hindarkan Warga dari Jerat Judi Online, Polres Ponorgo Gelar Razia dan Edukasi di Tempat Publik
"Saya sebenarnya sempat ditawari untuk jadi Walikota Madiun dan kepala daerah Ngawi, ataupun Magetan. Tapi saya tidak mau, karena saya orang Ponorogo,’’ kata dia.
Tak hanya PKB, Zaelani mengaku juga berburu rekomendasi dari Partai Gerindra. Dia optimis bakal mengantongi restu macung di pilkada mendatang.
Keyakinan itu tanpa alasan. Tanpa tedeng aling-aling Zaelani mengaku punya kedekatan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Yang menjadikan saya jenderal itu, ya, presiden terpilih ini. Saya anak asuh sejak masuk tentara,’’ klaimnya.
PKB mencatat rekor sebagai partai yang paling diburu para kandidat sebagai kendaraan politik di Pilkada Ponorogo.
Baca Juga: DPRD Ponorogo Soroti Pelaksanaan Grebeg Suro, Dinilai Stagnan dan Minim Persiapan
Partai berlogo bola dunia itu tinggal tunjuk hidung satu dari lima kandidat yang mengajukan "lamaran" menjadi bacabup-bacawabup.
Lima nama yang berebut restu PKB itu yakni Sugiri Sancoko, Didik Subagiyo (MDS), Ipong Muchlissoni, M. Harun Ar Rasyid (MHR) dan yang paling baru M.Zaelani.
Sementara pendaftar posisi bacawabup hanya ada dua nama, Lisdyarita dan Ibnu Alfandy Yusuf.
"Semua kandidat ini akan kami kumpulkan berkasnya dan kami ajukan ke DPP,’’ kata Sekretaris DPC PKB Ponorogo Dwi Agus Prayitno.
Kang Wi, sapaan akrabnya, menyebutkan jika kewenangan rekomendasi berada di ranah DPP PKB.
Pihaknya bakal melayangkan seluruh berkas pendaftaran kandidat ke pusat. PKB bakal menentukan pilihan paling lambat Agustus.
"Tahapan internal itu yang jelas sebelum pendaftaran ke KPU. Kalau kelak ada pendaftaran lagi akan kami komunikasikan dengan DPP dan DPW,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya