Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lima SD Negeri di Ponorogo Tak Punya Siswa Baru, 116 SDN Kekurangan Murid, Sugiri Tak Ingin Cari Kambing Hitam

Sugeng Dwi N. • Rabu, 17 Juli 2024 | 22:30 WIB
Ilustrasi foto : Pemkab Ponorogo mendukung program sekolah rakyat yang digagas pemerintah pusat untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
Ilustrasi foto : Pemkab Ponorogo mendukung program sekolah rakyat yang digagas pemerintah pusat untuk siswa dari keluarga kurang mampu.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo merana.

Jika dibiarkan terus berlarut, tidak menutup kemungkinan nasibnya bakal berada diujung tanduk.

Ini seiring beberapa sekolah tak memiliki siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025 ini. Kondisi itu buntut nihilnya pendaftar saat masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) lalu.

Baca Juga: Tiga Sekolah Dasar Negeri di Ngawi Tak Punya Siswa Baru Kelas I, Dikbud: Faktor Penyebabnya Cukup Komplek

Seratusan SD Negeri juga kekurangan murid. Menurut catatan yang ada, jumlah siswa satu rombongan belajarnya tak lebih dari lima jari.

Kenyataan itu harus diterima Pemkab Ponorogo dengan lapang dada. Kondisi memprihatinkan itu nyaris terjadi setiap tahun.

Untuk tahun ajaran baru kali ini, pemkab setempat mencatat setidaknya ada lima SDN tak mendapatkan siswa baru.

Baca Juga: Ngenes, Tidak Mendapat Siswa Baru, SDN Setono Ponorogo Tak Gelar Kegiatan MPLS, Kepsek Ungkap Masalah Ini

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membeberkan, Dari total 550 SDN yang tersebar di Bumi Reog, SDN 4 Jurug, SD Negeri Truneng, SDN 5 Baosan Lor, SD Negeri 1 Bajang, Serta SDN Setono nihil siswa baru.

Selain itu, empat SDN hanya mendapatkan satu siswa baru. Pun, seratusan SDN lainnya mendapat kurang dari sepuluh siswa di tahun ajaran 2024/2025 ini.

"Tentu kami prihatin, dan akan kami rumuskan lagi bersama kepala desa (kades), tokoh masyarakat, sampai Dinas Pendidikan,’’ kata Kang Giri.

Dia mengklaim pemerintah sejatinya menginisiasi beragam inovasi dua tahun belakangan.

Salah satunya, memasukkan kurikulum pendidikan Islam, serta mewajibkan peserta didik hafal juz amma. Terbilang populer, saban tahun ribuan hafiz lulus.

"Kami ingin hadirkan lembaga pendidikan yang berbasis agama lewat program ini menjawab kebutuhan masyarakat yang mau sekolah bernuansa pendidikan Islam,’’ jelasnya.

Realitanya, program tersebut kurang mendongkrak animo warga mempercayakan putra-putri mereka mengenyam pendidikan di SDN.

Opsi regrouping sempat mencuat. Namun pihaknya khawatir kebijakan itu sebagai tanda gagalnya pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan.

Baca Juga: John Ingin Coba Fasilitas Terbang Gratis Pesawat Garuda, Berencana ke Turki Bulan September Mendatang

"Kalau dihubungkan dengan angka kelahiran memang ada penurunan dan KB berhasil. Tapi kami tidak ingin ini jadi alasan semata,’’ ujarnya.

Pada sisi lain, Kang Giri juga tidak ingin mengkambinghitamkan mudahnya perizinan sekolah swasta.

Menurutnya, hal itu bukan menjadi biang problem menahun tersebut terulang kembali.

"Kami tidak ingin kalau harus menghambat perizinan sekolah swasta. Itu tidaklah bijak, karena sama-sama demi mencerdaskan generasi Ponorogo,’’ tandasnya. (gen/kid) 

 

SISWA BARU SD NEGERI DALAM ANGKA

5 SDN nol siswa baru

4 SDN 1 siswa baru

11 SDN 2 siswa baru

18 SDN 3 siswa baru

32 SDN 4 siswa baru

46 SDN 5 siswa baru

(Sumber: Dindik Ponorogo)

Editor : Budhi Prasetya
#siswa baru #Sugiri Sancoko #kekurangan murid #ponorogo