PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Belakangan ini suhu politik di Ponorogo terasa lebih hangat dibanding sebelumnya.
Tahapan pilkada jelang pendaftaran pasangan calon (paslon) bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) jadi pemicunya.
Kubu pendukung Sugiri Sancoko dan Ipong Muschlissoni terdengar mulai berani melontarkan pernyataan terkait partai politik (parpol) yang memberikan dukungan.
Klaim Nasdem Ponorogo soal surat DPP PAN yang memberikan rekomendasi ke Ipong ditimpali dengan pihak Sugiri yang mengaku mendapat rekomendasi dari PKS.
Rupanya kedua kubu saat ini terlibat tarik menarik dukungan parpol yang selama ini dekat dengan masing-masing calon.
Seperti diketahui, pada Pilkada Ponorogo tahun 2020 lalu, PAN berkoalisi dengan PDIP, Hanura, PPP mengusung pasangan Sugiri-Lisdyarita.
Sementara PKS ketika itu berada di barisan parpol pendukung Ipong Muchlissoni. Namun, kini baik PAN dan PKS sepertinya berganti haluan.
Tahun ini, PKS tegas mendukung pasangan petahana Sugiri Sancoko-Lisdyarita sebagai bacabup-bacawabup pilkada mendatang.
Ketua Bidang Pemilu dan Pilkada DPD PKS Ponorogo Suharlianto mengatakan, keputusan surat rekomendasi tersebut menjadi kewenangan penuh DPP PKS.
Pun, lima nama sempat mengajukan diri. Yakni, Sugiri Sancoko, Ipong Muchlissoni, Teguh Wiyono, serta Brigjen (purn) M. Zaelani.
Usulan diteruskan ke DPW PKS Jatim, hasilnya diputuskan langsung DPP PKS.
"Pada tahap awal kami sudah komunikasi dengan semua calon, dan sudah diputuskan DPP PKS rekomendasi jatuh ke Sugiri Sancoko dan Lisdyarita,’’ kata Suharlianto.
Suharlianto tak berani menyebut pasti pertimbangan rekom diturunkan ke petahana. Menurutnya, DPP menilai Sugiri Sancoko-Lisdyarita layak menyandang mandat dukungan tiga kursi milik PKS.
"Penyerahan rekomendasi dilakukan tiga minggu lalu di Surabaya, bersama calon-calon lain di Jawa Timur,’’ ungkapnya.
Disinggung nama Nur Sodiq yang sempat mengajukan rekomendasi bersama bakal calon bupati (bacabup) lain, dia menyatakan Nur Sodiq menjadi salah satu calon baru yang masuk bursa Pilkada Ponorogo.
"Sebenarnya itu (Nur Sodiq) yang paling awal komunikasi dengan kami. Keputusan DPP final,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya