PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Makam Tumenggung Surabrata, di kompleks makam Batoro Katong itu terlihat acak-acakan.
Susunan batu persegi di makam Adipati Kota Lama (sekarang Ponorogo, Red) ke X itu berantakan.
Batu nisan di makam tersebut tampak sengaja dibongkar dan terletak berserakan di lokasi. Diduga itu akibat ulah jahil tangan tak bertanggung jawab.
Sunarso, sejarawan setempat, menyatakan perusakan makam diketahui Kamis (31/7) malam lalu.
Tak hanya makam Tumenggung Surabrata, melainkan juga makam istrinya, serta makam cucunya.
"Bagian nisan dilepas, dan bagian kijing juga di acak-acak,’’ kata Sunarso.
Baca Juga: Tiga Desa di Ponorogo Krisis Air Bersih, BPBD Kirim Bantuan Dua Kali Sepekan
Kondisi itu bukanlah kali pertama terjadi. Sunarso mencatat perusakan makam salah satu leluhur Kabupaten Ponorogo itu merupakan yang ketiga kalinya.
Tahun lalu contohnya, area makam utama sempat dilempari bongkahan kijing dari luar tembok.
Pun, 2022 lalu sejumlah fasilitas di kompleks utama juga turut dirusak. Dia menduga dilakukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Di kasus kedua itu terjadi tahun lalu dan terekam CCTV dilakukan orang gangguan jiwa. Kami laporkan ke polisi saat itu, dan kali ini kami perkirakan juga sama,’’ ungkapnya.
Meski menyayangkan aksi tersebut, Sunarso dan sejarawan lainnya memilih tak melaporkan kejadian tersebut.
Sebaliknya, pihaknya memperbaiki makam-makam tersebut secara swadaya Jumat (1/8) lalu.
Pihaknya meminta masyarakat turut menjaga area kompleks makam dari aksi tangan jahil.
"Untuk sekarang kondisi makam sudah diperbaiki,’’ tandasnya. (gen/kid)
3 MAKAM ADIPATI PONOROGO JADI SASARAN TANGAN JAHIL
- Makam Tumenggung Surobroto, Adipati Kota Lama (Ponorogo) ke X
- Makam istri Tumenggung Surobroto
- Makam Raden Ayu Rantamsari (cucu)
- Ketiga makam berada di timur makam Batoro Katong
- Aksi perusakan ketiga kalinya
TENTANG TUMENGGUNG SURABRATA
Putra dari Raden Tumenggung Mertawangsa II
Menjadi Adipati Ponorogo (Bupati Kota Lama) ke X
Menjabat sekitar tahun 1725-1755
Mendapat penghargaan Payung Mas dari Raja Kartasura
(Sumber: Buku Sejarah Adipati dan Bupati Ponorogo 1694-2016)
Editor : Budhi Prasetya