PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil ukur indeks kualitas air (IKA) di Ponorogo mengejutkan. Pengukuran Dinas Lingkungan (DLH) setempat menunjukkan IKA di angka 52 sejak dua tahun terakhir. Artinya, IKA di kabupaten ini tidak terlalu baik alias berkategori sedang.
Analis Lingkungan DLH Ponorogo Dedi Restiawan menjelaskan, kualitas air kategori sedang tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sumber pencemaran tidak seimbang. Kendati demikian pihaknya memastikan IKA di angka tersebut masih dalam tahap aman untuk dikonsumsi. ‘’IPAL dan sumber pencemaran belum seimbang,’’ jelas Dedi.
Lain hasil dengan indeks kualitas udara (IKU) di Bumi Reog menyentuh angka tembus 94. Hasil pengukuran awal tahun lalu itu naik dari tahun sebelumnya di angka 92. Sedikitnya empat titik menjadi sampel pengukuran oleh petugas.
Yakni, kawasan perkantoran di kompleks pendapa, permukiman di Kelurahan Singosaren, Jenangan, kawasan industri di CV Pinus Jaya, Babadan, serta kawasan transportasi di Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo. ‘’Empat titik sampel ditetapkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup, kami hanya kedapatan memasang dan melepas alat,’’ ungkapnya.
Adapun pemeriksaan menggunakan alat khusus. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Durasi tersebut memastikan proses pemeriksaan memiliki banyak sampel. Pun, menimbang traffic harian di titik sampel.
‘’Kami menilai kondisi ini tidak lepas dari masih banyaknya tutupan lahan hijau di Ponorogo, jadi kualitas udara sangat baik,’’ jelasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto