Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pamit Cari Kayu Bakar, Sumarno Ditemukan Tewas di Lereng Bukit Semampir, Ini Penjelasan Polisi

Sugeng Dwi N. • Rabu, 4 Desember 2024 | 23:30 WIB

DRAMATIS: Petugas BPBD Ponorogo melakukan evakuasi jenazah Sumarno yang jatuh ke lereng Bukit Semampir, Ngebel.
DRAMATIS: Petugas BPBD Ponorogo melakukan evakuasi jenazah Sumarno yang jatuh ke lereng Bukit Semampir, Ngebel.
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Hidup Sumarno berakhir tragis. Lelaki 58 tahun itu ditemukan tak bernyawa di lereng bukit Semampir, Ngebel, Ponorogo.

Jasad warga Desa/Kecamatan Ngebel itu ditemukan hari Senin (2/12) malam. Informasi yang dihimpun, ia diketehui tengah mencari kayu bakar.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Ngebel AKP Tutut Ariyanto. Perwira dengan tiga balok warna kuning itu menyebut jika korban pamit mencari kayu bakar.

Sumarno terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada hari Senin siang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun hingga petang, dia tak kunjung pulang. Tetangga dan keluarganya ramai-ramai melakukan pencarian.

Tubuh tak bernyawa lelaki paruh baya itu baru ditemukan setelah proses pencarian warga memakan waktu empat jam.

"Sekitar jam tiga sore memang terdengar suara batu jatuh, namun tidak ada prasangka kalau itu orang,’’ kata Tutut.

Tutut menambahkan, sejatinya lokasi merupakan langganan bagi warga mencari kayu bakar. Biasanya warga lincah melewati medan terjal itu. 

Lokasi korban mencari kayu bakar di lereng bukit Semampir tergolong curam. Sudut kemiringannya sekitar 70-80 derajat.

Pun kondisi medan saat kejadian juga licin setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Diduga korban terpeleset lalu jatuh.

"Diduga korban terpeleset dan tertimpa batu longsor. Kondisi ini yang menjadi penyebab kematiannya,’’ jelas Tutut.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo Hadi Susanto menambahkan, proses evakuasi jasad korban membutuhkan waktu lebih dari dua jam.

Selain berada di lereng bukit, lokasi jenazah cukup menyulitkan proses evakuasi yang dilakukan timnya.

"Medannya cukup sulit karena lokasi berada di lereng yang licin setelah hujan,’’ kata Hadi.

Dibantu warga setempat, proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan. Didapati luka di tubuh korban, seperti bekas tertimpa batu.

"Petugas turun menggunakan beberapa pengaman, karena medannya terjal jadi tidak banyak petugas yang turun,’’ ungkapnya.

Ia mengamini kemungkinan Sumarno terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam lebih dari 15 meter itu. (gen/kid)  

Editor : Budhi Prasetya
#ngebel #tewas #kayu bakar #bukit #ponorogo