Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kumat-Kumatan, Dua ODGJ di Ponorogo Kembali Dipasung, Dinkes Kesulitan Bujuk Pihak Keluarga

Sugeng Dwi N. • Senin, 17 Februari 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi Foto : Dinkes Ponorogo sebut dua ODGJ kembali dipasung lantaran sering mengamuk dan dikhawatirkan memicu konflik sosial.
Ilustrasi Foto : Dinkes Ponorogo sebut dua ODGJ kembali dipasung lantaran sering mengamuk dan dikhawatirkan memicu konflik sosial.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini belum sepenuhnya bebas dari belenggu pasung.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengakui jika dua warga Kecamatan Jambon yang masih berstatus sebagai ODGJ masih dipasung pihak keluarga.

Hal itu membuat zero pasung yang sempat digelorakan beberapa waktu belum bisa terwujud.

Dinkes Ponorogo yang melakukan pendataan ulang pemasungan ODGJ  menyebut jika alasan tindakan membelenggu warga yang mengalami gangguan jiwa itu beragam.

Seperti sering kumat-kumatan hingga dikhawatirkan mengganggu lingkungan. Itu diutarakan Plt Sekretaris Dinkes Ponorogo Anik Setiyarini.

Dirinya mengungkapkan, tahun lalu terdapat tujuh kasus re-pasung (pasung ulang) terhadap warga yang memiliki riwayat gangguan jiwa.

Setelah melakukan pendekatan intensif dengan keluarga, kini hanya menyisakan dua ODGJ yang masih dipasung di Kecamatan Jambon.

"Dua ini kami butuh koordinasi intens lagi dengan lintas sektor, karena kasus re-pasung ini agak susah,’’ kata Anik.

Anik menjelaskan bahwa kasus re-pasung biasanya muncul setelah pasien ngamuk. Pun, keluarga khawatir memicu konflik di masyarakat.

Mereka terpaksa mengurung kembali pasien ODGJ tersebut. Padahal pasung memperburuk kondisi mental pasien.

Serupa dengan pasien yang telah dilepas dan dipasung kembali, bakal sulit dilakukan pendekatan.

"Saat dilepas lagi, kepercayaan diri mereka juga akan menurun. Khawatir kalau selepas dipasung kumat lagi dan dipasung lagi,’’ jelasnya.

Pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan kepada keluarga serta memberikan obat secara rutin.

Pun, petugas puskesmas setempat diminta memantau kondisi pasien secara terjadwal. Harapannya, pasien mendapatkan hak kebebasan serta mental berangsur normal.

"Kami sudah ke lokasi dan berulang kali pendekatan. Kami punya tenaga kesehatan terlatih di puskemas untuk menangani kesehatan jiwa ini,’’ ungkapnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#pasung #odgj #gangguan jiwa #ponorogo