Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Longsor Terjang 11 Rumah di Ponorogo, Empat Keluarga Terpaksa Mengungsi

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 17 Mei 2025 | 06:45 WIB
BPBD Ponorogo melakukan assessment bencana longsor di Desa Jrakah, Sambit, Jumat (16/5). FOTO: BPBD PONOROGO UNTUK RADAR MADIUN
BPBD Ponorogo melakukan assessment bencana longsor di Desa Jrakah, Sambit, Jumat (16/5). FOTO: BPBD PONOROGO UNTUK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sambit, Kamis malam (15/5), memicu longsor di dua dusun di Desa Jrakah, Sambit, Ponorogo.

Sedikitnya 11 rumah warga dilaporkan rusak terdampak bencana tanah longsor tersebut.

Kapolsek Sambit AKP Baderi mengatakan, rumah-rumah terdampak tersebar di dua dusun.

Yakni, tiga rumah di Dusun Wotbiji dan delapan rumah di Dusun Talun. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Kerusakan mayoritas pada bagian tembok rumah yang jebol. Ada yang parah, tapi tidak sampai roboh total,” ungkap Baderi, Jumat (16/5).

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun memastikan timnya telah melakukan assessment di lokasi kejadian.

Dari hasil identifikasi sementara, terdapat 11 kepala keluarga (KK) terdampak.

Empat KK di antaranya diminta untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.

“Curah hujan masih tinggi dan rawan longsor susulan. Kami imbau warga mengungsi ke rumah kerabat,” jelas Masun.

BPBD juga berencana menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Namun, pembersihan baru akan dilakukan setelah kondisi tanah dinyatakan stabil.

“Untuk perbaikan rumah yang rusak, kami akan koordinasikan dengan DPUPKP dan Baznas agar warga bisa mendapat bantuan,” imbuhnya.

Masun menambahkan, Kecamatan Sambit termasuk dalam 12 wilayah yang masuk zona rawan longsor di Ponorogo.

Banyak rumah warga yang berada di lereng tebing, sehingga rentan bencana saat hujan turun dengan intensitas tinggi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#bpbd #zona rawan #mengungsi #longsor #ponorogo