Jawa Pos Radar Ponorogo – Perayaan Grebeg Suro 2025 tak hanya menyedot perhatian wisatawan, namun juga menjadi magnet bagi gelandangan dan pengemis (gepeng).
Dalam patroli rutin selama momen tersebut, Satpol PP dan Damkar Ponorogo menjaring sepuluh gepeng yang beroperasi di sekitar Alun-Alun.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Subiyantoro menyebut, mayoritas gepeng yang diamankan berasal dari luar daerah seperti Madiun, Tulungagung, dan Blitar.
"Sudah sering kena razia tapi mereka tetap kembali," jelasnya, kemarin (30/6).
Menariknya, empat di antaranya merupakan wajah lama yang telah dibina dan dipulangkan sebelumnya.
Namun karena tergiur penghasilan yang tinggi saat hajatan besar di Bumi Reog, mereka nekat kembali.
"Dalam dua jam, mereka bisa kantongi Rp 200 ribu," ungkap Subiyantoro.
Satpol PP langsung menyerahkan para gepeng tersebut ke Dinas Sosial-PPPA untuk dibina lebih lanjut.
Pihaknya mencatat, kemunculan pengemis meningkat signifikan saat agenda besar seperti Grebeg Suro, Hari Jadi Ponorogo, Ramadan, dan Idulfitri.
Subiyantoro pun mengimbau masyarakat agar tidak memberi uang secara langsung kepada pengemis.
"Lebih baik salurkan donasi ke lembaga resmi yang benar-benar menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan," tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto