Jawa Pos Radar Madiun - Sosok Ferdiansyah Hilmi mendadak viral di media sosial.
Itu setelah remaja 19 tahun asal Kelurahan Mankujayan, Ponorogo, itu lolos kuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.
Yang mengundang simpati banyak orang, remaja yang akrab disapa Avan itu berasal dari keluarga tak mampu.
Orang tuanya hanya bekerja sebagai penjual es keliling.
Sang ayah, Eko Yudianto, mengaku bangga Avan diterima di ITB.
Di sisi lain, dia juga khawatir dengan besarnya biaya kuliah di kampus ternama tersebut.
"UKT-nya memang tinggi. Kami sedang mengurus KIP-K untuk membantu biaya kuliah. Sekarang masih proses," kata Eko.
"Saya sudah konfirmasi ke pihak kampus, mereka minta kami sabar menunggu prosesnya," lanjutnya. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto