Jawa Pos Radar Madiun – Ajang Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs 2025 terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan berdakwah.
Setelah tampilnya peserta dari Madiun, kini giliran peserta dari Kabupaten Ponorogo tampil dalam babak audisi pada Selasa (15/10).
Setiap peserta diberikan waktu lima menit untuk menyampaikan ceramah sesuai lima tema pilihan yang disiapkan panitia. Penilaian dilakukan oleh tiga juri dari kalangan praktisi public speaking, media, dan Kementerian Agama (Kemenag).
Salah satu peserta, Diva Hermawati Rahmadhani Susanto dari MTsN 3 Ponorogo, membawakan ceramah berjudul “Dari Kisah Nabi Musa dan Nabi Ayyub untuk Berakhlak dan Berprestasi.”
“Saya pengen memberikan yang terbaik untuk madrasah. Ini juga pertama kali saya ikut lomba di tingkat Karesidenan Madiun,” ujar Diva dengan penuh semangat.
Dari babak audisi ini, para juri akan memilih 30 peserta terbaik yang berhak melaju ke grand final Festival Dai Cilik 2025.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi generasi muda agar meneladani kisah para nabi, menumbuhkan akhlak mulia, serta meningkatkan prestasi dan kepercayaan diri melalui dakwah yang positif dan inspiratif.
Direktur Jawa Pos TV Madiun Ockta Prana mengapresiasi para peserta audisi Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs sederajat asal Ponorogo.
"Luar biasa antusiasme peserta event ini di Ponorogo, kami ucapakan terima kasih atas dukungan semua pihak," ujarnya.
Ockta Prana menambahkan, Festival Dai Cilik rutin digelar Jawa Pos Radar Madiun dan Jawa Pos TV Madiun.
Event ini menjadi ruang bagi talenta-talenta hebat dai/daiyah asal Kabupaten Ponorogo agar lebih kompetitif.
"Terus belajar dan berkembang para peserta Festival Dai Cilik, semoga menjadi dai/daiyah hebat yang selalu istiqomah ke depannya," pesannya.
Kepala Kemenag Ponorogo M Nurul Huda mengapresiasi semangat para peserta dai cilik dari Bumi Reog. Puluhan peserta menyuguhkan kemampuan terbaik masing-masing dalam berceramah.
Terkenal akan kabupaten santri, dia optimis para dai cilik tersebut mampu juarai dai cilik se-eks Karesidenan Madiun.
''Ini program yang bagus, mengasah kemampuan anak-anak dalam meneruskan dakwah,'' tuturnya. (ones-mg-PNM/naz)
Editor : Mizan Ahsani