Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan audisi Festival Dai Cilik tingkat SMP/MTs terus berlanjut sejak dimulainya pada Rabu (8/10).
Puluhan pendakwah muda dari berbagai daerah di Madiun Raya unjuk kemampuan berdakwah dengan penuh semangat dan kreativitas.
Pada Rabu (15/10), giliran peserta dari Kabupaten Ponorogo yang menampilkan kebolehannya dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Madia Abhista Nariswari, siswi dari SMPN 2 Ponorogo, dengan ceramah berjudul “Remaja Visioner dengan Inspirasi Kisah Nabi Muhammad, Nabi Yusuf, dan Nabi Ibrahim.”
Dalam babak audisi ini, setiap peserta diberi waktu lima menit untuk tampil dan memilih satu dari lima tema ceramah yang telah disiapkan oleh panitia.
Tiga juri dari kalangan praktisi public speaking, media, serta Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penilaian berdasarkan kemampuan menyampaikan pesan, penguasaan materi, serta gaya penyampaian.
Madia mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam ajang yang mengasah kemampuan berdakwah generasi muda tersebut.
“Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Acaranya menarik dan tempatnya juga bagus,” ujarnya dengan antusias.
Dari babak audisi ini, akan dipilih 30 peserta terbaik yang berhak melaju ke grand final Festival Dai Cilik 2025.
Ajang ini menjadi wadah penting bagi para remaja muslim untuk menumbuhkan semangat berdakwah dan meneladani kisah para nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Jawa Pos TV Madiun Ockta Prana mengapresiasi para peserta audisi Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs sederajat asal Ponorogo.
"Luar biasa antusiasme peserta event ini di Ponorogo, kami ucapakan terima kasih atas dukungan semua pihak," ujarnya.
Ockta Prana menambahkan, Festival Dai Cilik rutin digelar Jawa Pos Radar Madiun dan Jawa Pos TV Madiun.
Event ini menjadi ruang bagi talenta-talenta hebat dai/daiyah asal Kabupaten Ponorogo agar lebih kompetitif.
"Terus belajar dan berkembang para peserta Festival Dai Cilik, semoga menjadi dai/daiyah hebat yang selalu istiqomah ke depannya," pesannya.
Kepala Kemenag Ponorogo M Nurul Huda mengapresiasi semangat para peserta dai cilik dari Bumi Reog.
Puluhan peserta menyuguhkan kemampuan terbaik masing-masing dalam berceramah.
Terkenal akan kabupaten santri, dia optimis para dai cilik tersebut mampu juarai dai cilik se-eks Karesidenan Madiun.
''Ini program yang bagus, mengasah kemampuan anak-anak dalam meneruskan dakwah,'' tuturnya. (ghiska-mg-pnm/naz)
Editor : Mizan Ahsani