Jawa Pos Radar Ponorogo – Pasca penutupan Pasar Janti, praktik prostitusi ternyata belum benar-benar lenyap.
Satpol PP dan Damkar Ponorogo mendapati warung remang yang diduga menjadi tempat praktik bisnis esek-esek di kawasan timur Terminal Seloaji, Senin malam (3/11) lalu.
Dalam operasi gabungan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Polsek Babadan, petugas menemukan tujuh warung remang di halaman timur terminal yang sudah lama tidak difungsikan.
Dari hasil pemeriksaan, dua dari 13 perempuan yang diamankan dinyatakan positif HIV.
“Dari 13 PSK yang kami data, dua di antaranya terjangkit HIV. Salah satunya adalah orang yang sama ketika kami temukan di Pasar Janti,” ujar Kabid Gakda Satpol PP dan Damkar Ponorogo Hendra Asmara Putra.
Selain itu, petugas juga menemukan 10 bilik asmara yang terpisah dari warung, digunakan untuk melayani pelanggan.
Saat razia berlangsung, satu pasangan bukan suami istri tertangkap basah sedang bermesraan di dalam bilik.
“Kami juga menemukan fasilitas karaoke di dalam warung kopi yang diduga menjadi tempat transaksi,” lanjut Hendra.
Seluruh PSK dan pasangan yang terjaring langsung diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) untuk pembinaan.
Petugas menduga kuat bahwa sebagian PSK tersebut merupakan migrasi dari Pasar Janti, lokasi prostitusi lama yang sebelumnya telah ditutup pemerintah daerah.
“Buktinya, ada PSK lama yang sama di lokasi baru ini,” tegas Hendra.
Operasi gabungan ini dilakukan menyusul laporan warga yang resah atas aktivitas prostitusi di sekitar terminal.
“Warga khawatir kawasan itu menjadi kumuh dan menimbulkan penyakit masyarakat,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto