Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Ponorogo, Kang Giri Ambil Tindakan Tegas

Sugeng Dwi N. • Jumat, 7 November 2025 | 19:10 WIB
Petugas gabungan merazia kawasan eks Terminal Seloaji, Ponorogo. Lokasi yang semula untuk parkir dan cuci bus disalahgunakan menjadi bisnis lendir. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Petugas gabungan merazia kawasan eks Terminal Seloaji, Ponorogo. Lokasi yang semula untuk parkir dan cuci bus disalahgunakan menjadi bisnis lendir. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bereaksi keras atas temuan praktik prostitusi di kawasan timur eks Terminal Seloaji, Desa Cekok, Kecamatan Babadan.

Ia memerintahkan penutupan total seluruh warung remang (warem) di lokasi tersebut dan meminta agar bangunan bilik asmara dibongkar tanpa kompromi.

Kang Giri –sapaan akrab bupati– menegaskan bahwa kawasan itu melenceng dari izin awal, yang seharusnya digunakan sebagai lahan parkir dan tempat cuci bus.

Namun, kini justru berubah menjadi bisnis prostitusi terselubung. “Sudah saya perintahkan tutup semuanya. Tidak usah setengah-setengah,” tegasnya, Jumat (7/11).

Bupati mengakui bahwa aset tersebut memang memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), tetapi pergeseran fungsi menjadi bisnis lendir tidak dapat ditoleransi.

“Kalau bicara pendapatan daerah, memang penting. Tapi menjaga peradaban jauh lebih penting. Jangan sampai demi uang, kita mengorbankan moral anak-anak kita,” tandasnya.

Ia juga memastikan tindakan ini bukan hanya langkah reaktif, melainkan bagian dari upaya pembersihan lingkungan sosial dan pemulihan citra Ponorogo.

“Kami ingin Ponorogo tumbuh dalam peradaban yang sehat, bukan tempat yang membiarkan praktik maksiat,” ujarnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#warem Seloaji #satpol pp ponorogo #kang giri #prostitusi ponorogo #eks Terminal Seloaji #psk hiv #Dishub Ponorogo #ponorogo