Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita akhirnya buka suara usai praktik culas di pemerintahan yang ia pimpin dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia menegaskan roda pemerintahan di Ponorogo tetap berjalan normal meski bupati aktif Sugiri Sancoko tengah menghadapi proses hukum usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Senin (10/11) siang, Lisdyarita menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi.
Ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang.
“Ini merupakan cobaan bagi kita semua. Mari kita doakan agar beliau dan keluarga diberi kekuatan dan masalah ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Lisdyarita menegaskan, sebagai Plt bupati, dirinya akan memastikan seluruh pelayanan publik, program pembangunan, dan agenda pemerintahan berjalan normal.
“Saya telah menginstruksikan seluruh ASN agar tetap profesional, fokus, dan tidak terganggu dengan dinamika yang ada,” katanya.
Ia menekankan, pelayanan masyarakat mulai dari tingkat kabupaten hingga desa harus tetap optimal. “Kebutuhan dasar masyarakat adalah prioritas utama kita,” imbuhnya.
Ajak Warga Tetap Tenang
Lisdyarita juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia meminta seluruh elemen, mulai tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, hingga media, untuk bersama menjaga kondusivitas daerah.
“Tugas kita membangun Ponorogo tidak boleh berhenti di saat seperti ini. Kita harus solid, bersatu padu, dan tetap semangat mewujudkan Ponorogo yang maju dan hebat,” tutur Lisdyarita.
Ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. (gen/naz)
Editor : Mizan Ahsani