Jawa Pos Radar Madiun - Nama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ponorogo Besse Tenri Sampeang mendadak ramai diperbincangkan.
Itu tak lepas dari hubungan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dengan atasannya yakni Sekda Ponorogo Agus Pramono.
Diketahui, Tenri merupakan istri dari Agus Pramono.
Ia menduduki jabatan kepala bakesbangpol mulai Maret 2024 lalu, setelah memenangkan proses seleksi yang panitianya diketuai oleh suaminya sendiri.
Fakta ini baru hangat diperbincangkan belakangan ini usai Agus Pramono ditetapkan tersangka suap pengurusan jabatan dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia turut diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan atau OTT bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Direktur RSUD dr Harjono dr Yunus Mahatma, dan Sucipto, rekanan proyek RSUD.
Lantas bagaimana tanggapan Tenri atas kasus yang menimpa suaminya?
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madiun, Tenri mengaku sudah tidak berkomunikasi dengan atasan sekaligus suaminya dalam beberapa hari terakhir.
"Sejak itu (OTT) tidak komunikasi dengan Pak Sekda (Agus Pramono)," ujarnya, Selasa (11/11). "Tidak menonton (pemberitaan) dan tidak tahu sama sekali," imbuh Tenri.
Pernyataan Sugiri Sancoko saat Lantik Tenri sebagai Kepala Bakesbangpol
Saat Tenri dilantik pada 21 Maret 2024 lalu, awak media berupaya mengonfirmasi Sugiri perihal tiga nama yang direkomendasikan panitia seleksi (pansel) kepadanya.
Pasalnya, pansel diketuai sekda yang notabene adalah suami dari Tenri. Namun, bupati waktu itu mengklaim bahwa seluruh proses seleksi sudah fair.
"Nilai tertinggi itu berbobot besar jadi layak dipilih. Kalau yang dipilih nilai terendah nanti banyak yang protes," ujarnya, saat itu.
Menurut Sugiri, tak ada keberpihakan selama proses seleksi. "Panselnya kan bukan saya, jadi kami lihat hasil yang ada," katanya, kepada Jawa Pos Radar Madiun. (naz)
Editor : Mizan Ahsani