Jawa Pos Radar Madiun – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu membuat suasana rumah dinas Bupati Ponorogo di Pringgitan berubah drastis.
Pendapa yang biasanya ramai aktivitas pemerintahan kini lengang. Tak tampak keluarga Bupati nonaktif Sugiri Sancoko di rumah belakang pendapa.
Hanya beberapa penjaga dan petugas kebersihan terlihat mondar-mandir.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengaku enggan menempati Pringgitan meski sudah resmi ditunjuk menggantikan sementara Sugiri Sancoko. Tidak ada ritual boyongan.
Ia memilih tetap tinggal di rumah dinas wakil bupati di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan. Termasuk tetap menggunakan kantor dinas wapub.
“Tidak ada pindahan. Kami tetap pakai rumah dinas dan kantor lama. Kami ingin di sini dulu sampai semuanya jelas, sekaligus menghargai Pak Giri,” ujarnya.
Bunda Rita, sapaan akrabnya, mengatakan Pringgitan baru akan digunakan jika ada kebutuhan mendesak, seperti menerima tamu dari luar daerah atau agenda khusus.
Itupun hanya memanfaatkan area depan pendapa.
“Yang dipakai nanti hanya bagian depan. Tidak sampai ke belakang. Paling halaman dan ruang tamu depan saja,” jelasnya.
Terkait kondisi keluarga Bupati nonaktif Sugiri Sancoko, Bunda Rita memastikan istri Sugiri, Susilowati, beserta ketiga anaknya dalam keadaan sehat.
Untuk sementara, mereka tinggal di rumah pribadi di Desa Bajang, Balong.
“Tidak ada keluarga Pak Giri yang tinggal di Pringgitan. Sekarang mereka di rumah pribadi dan kondisinya Alhamdulillah sehat semua,” pungkasnya. (gen/naz)
Editor : Mizan Ahsani