Jawa Pos Radar Ponorogo – Harapan warga Ponorogo menikmati jalan mulus akhir tahun ini kandas.
Perbaikan serentak 167 ruas jalan rusak dipastikan gagal dilaksanakan.
Anggaran Rp 100 miliar yang bersumber dari pinjaman Bank Jatim tak kunjung cair, padahal sembilan paket pekerjaan telah selesai dilelang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo menyebut proyek semestinya dimulai awal November.
’’Kami komunikasi dengan BPPKAD dan melayangkan surat. Hasilnya anggaran belum masuk karena perjanjian kredit belum ditandatangani,’’ ujarnya.
Menurut Jamus, dengan posisi akhir tahun yang semakin dekat, waktu pengerjaan tidak lagi mencukupi.
Apalagi faktor cuaca berpotensi membuat pekerjaan molor. Karena itu, pihaknya membatalkan kontrak sembilan paket tersebut.
’’Pertimbangannya karena proses perjanjian dan penandatanganan kredit ini memerlukan waktu, sementara kami punya waktu satu bulan sebelum tutup tahun. Dikhawatirkan tidak selesai, pertimbangan secara teknis ini tidak mungkin lagi tersedia waktu. Lebih baik kami batalkan,’’ tegasnya.
Dia menyebut kontraktor pemenang lelang memahami kondisi itu.
Mereka khawatir jika proyek tetap dipaksakan, pekerjaan tidak maksimal.
’’Dalam prosesnya, pinjaman ini masuk APBD. Nanti setelah pekerjaan selesai, seharusnya dibayar bank ke kontraktor sesuai nilai kontrak,’’ imbuhnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto