Jawa Pos Radar Ponorogo – Longsor yang menerjang Desa Wagir Kidul, Pulung, Rabu sore (19/11), menjadi alarm serius kewaspadaan bencana hidrometeorologi.
Nanda Tisya, pelajar yang kebetulan melintas, nyaris tertimbun material longsor saat tebing setinggi sepuluh meter ambrol sekitar pukul 16.00.
Meski sempat menghindar, Nanda tersungkur, mengalami luka, dan dilarikan ke rumah sakit.
Longsor yang diawali pergeseran tanah itu juga menerjang rumah Marjuki.
Saat kejadian, Marjuki, istri, dan anaknya tengah memerah susu sapi di kandang dekat lokasi.
Teriakan tetangga membuat mereka terkejut: rumah mereka rata dengan tanah.
‘’Waktu kejadian rumah kosong, rusak semua, motor ikut terkubur,’’ kata Marjuki.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetya menyebut selain rumah Marjuki, sebagian rumah milik Jemirin juga terdampak.
Empat kendaraan roda dua dan tiga kendaraan roda empat rusak tertimbun material maupun reruntuhan bangunan.
Longsoran itu turut menutup jalan poros desa yang menjadi akses delapan RT serta jalur alternatif menuju Desa Banaran.
‘’Pelajar yang melintas selamat, tapi mengalami luka dan dirawat di rumah sakit,’’ ujarnya.
BPBD menurunkan satu alat berat untuk pembersihan material sejak Kamis (20/11).
Prioritas penanganan yakni evakuasi material di rumah Marjuki dan Jemirin sekaligus membuka akses jalan yang tertutup total.
Agung mengingatkan warga tetap waspada mengingat potensi longsor susulan akibat cuaca yang tidak menentu.
‘’Untuk sementara dua keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto