Jawa Pos Radar Ponorogo – Longsor di Desa Wagir Kidul, Pulung mendapat perhatian serius.
BPBD Ponorogo menetapkan status siaga setelah kamera udara mendeteksi retakan baru di mahkota longsor sisi utara bukit.
Retakan itu dinilai meningkatkan potensi longsor susulan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah setempat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetya mengatakan evakuasi material berlangsung hingga hari kedua kemarin (21/11).
Satu alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembersihan di rumah Marjuni dan Jemirin, warga terdampak.
Selain mengevakuasi kendaraan, petugas dan relawan membuka kembali akses jalan penghubung desa yang sebelumnya tertutup total.
“Sejak pagi kami fokus membuka akses jalan, khawatir sore kembali hujan. Sekaligus mengevakuasi barang-barang berharga milik warga,” ujar Agung.
BPBD juga mewaspadai retakan baru di bagian atas bukit.
Retakan itu dikhawatirkan memicu longsor susulan bila terisi air hujan.
Pihaknya telah memberikan rekomendasi mitigasi kepada pemerintah desa dan relawan.
“Kami minta dibuat drainase agar aliran air tidak mengarah ke titik longsor,” jelasnya.
Selain dua rumah terdampak di Wagir Kidul, BPBD menerima laporan sebelas rumah rusak ringan akibat longsor kecil di Desa Banaran.
Agung menyebut selain curah hujan tinggi, kerusakan turut dipicu aktivitas warga yang mengepras tebing terlalu tegak untuk memperluas lahan hunian.
“Kondisi itu membuat tebing labil dan rentan longsor,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto