Jawa Pos Radar Ponorogo – Relokasi rumah Marjuni, warga yang rumahnya rata dengan tanah akibat longsor di Desa Wagir Kidul, Pulung, mulai digeber BPBD Ponorogo.
Instruksi Plt Bupati Lisdyarita ditindaklanjuti cepat dengan mengusulkan pembangunan hunian tetap (huntap) melalui alokasi bantuan tidak terduga (BTT).
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun menyampaikan bahwa penyusunan detail engineering design (DED) telah berjalan.
Pembangunan huntap ditarget mulai awal Desember dan dikerjakan selama satu bulan.
“Rumahnya nanti direlokasi di tanah keluarganya, beberapa kilometer dari lokasi longsor. Bukan rumah mewah, tetapi standar layak huni sesuai BNPB,” ujarnya.
Selain Marjuni, BPBD juga memberikan bantuan perbaikan kepada korban lainnya, Jumirin.
Meski kerusakan rumahnya tidak separah Marjuni, perbaikan tetap diberikan karena struktur bangunan dinilai aman dari potensi longsor susulan
. BPBD juga mulai membuat terasering di titik rawan untuk mencegah runtuhan ulang.
“Bukit yang longsor hari ini kami buat terasering agar tidak terjadi longsor lagi,” kata Masun.
Sementara itu, Minggu (24/11) menjadi hari terakhir pembersihan material longsor di lokasi bencana.
Seluruh akses keluar masuk desa kembali terbuka, dan tujuh kendaraan yang tertimbun berhasil dievakuasi.
BPBD merencanakan penghijauan di area terdampak pada awal tahun depan.
“Awal tahun depan kami lakukan penghijauan di lokasi tersebut,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto