Jawa Pos Radar Ponorogo – Kecemasan menyelimuti Sarmin dan Katijem, pasangan lansia warga Desa Bareng, Pudak.
Rumah yang mereka tinggali puluhan tahun kini terancam tanah gerak.
Hanya berjarak lima meter dari teras rumah, tanah di bawah jalan desa merekah panjang dan semakin melebar akibat hujan deras beberapa hari terakhir.
Katijem menceritakan, retakan mulai muncul sekitar seminggu lalu.
Panjang rekahan diperkirakan 50–70 meter dengan penurunan tanah mencapai dua meter di beberapa titik.
Retakan juga menyebar di area perkebunan dan memutus akses jalan desa.
“Berat sekali kalau harus pindah. Ini sudah rumah dari lama,’’ keluhnya, kemarin (28/11).
Kepala Desa Bareng, Yahudi, mengatakan bahwa BPBD Ponorogo telah melakukan pemantauan intensif.
Warga yang berada di zona rawan diimbau mengungsi sementara sebelum kondisi memburuk.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi – retakan tanah serupa sempat muncul pada 2010.
“Jalan alternatif antar-desa juga terputus akibat retakan ini. Warga harus memutar puluhan kilometer,’’ ungkapnya.
Kondisi kian mengkhawatirkan karena intensitas hujan tinggi membuat air masuk ke rekahan dan mempercepat kejenuhan tanah.
Jika pergerakan tanah berlanjut, potensi longsor tidak bisa dihindari.
“Kami intens memantau. Semoga ada solusi cepat agar tidak sampai terjadi longsor,’’ pungkas Yahudi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto