Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bumi Reog Berdzikir 2025, Ribuan Pesilat PSHT Kirim Doa untuk Korban Bencana Sumatera

Sugeng Dwi N. • Senin, 29 Desember 2025 | 02:40 WIB
KHIDMAT: Ribuan pesilat PSHT mengikuti doa bersama dalam BRB 2025 di Alun-Alun Ponorogo sebagai bentuk empati bagi korban bencana Sumatera. FOTO: SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
KHIDMAT: Ribuan pesilat PSHT mengikuti doa bersama dalam BRB 2025 di Alun-Alun Ponorogo sebagai bentuk empati bagi korban bencana Sumatera. FOTO: SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

PONOROGO – Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memadati Alun-Alun Ponorogo, Minggu (28/12).

Mereka larut dalam doa bersama dalam gelaran Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 yang tahun ini digelar dengan nuansa empati untuk korban bencana di Sumatera dan berbagai wilayah Tanah Air.

Doa dipanjatkan secara khidmat dengan dipimpin tokoh agama setempat.

Ribuan pesilat tampak menundukkan kepala, memohon keselamatan dan perlindungan bagi bangsa Indonesia dari berbagai musibah.

Ketua Dewan Pembina PSHT Pusat Dudung Abdurachman mengatakan, BRB 2025 menjadi momentum persaudaraan untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.

“Doa untuk negeri, untuk saudara kita di Sumatera, Aceh. Banyak pihak yang membantu, luar biasa,” kata Dudung.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerdjoko HW menambahkan, selain mendoakan keselamatan bangsa, para peserta juga mengirim doa khusus bagi keluarga korban bencana agar diberi ketabahan dan kekuatan.

“PSHT begitu banyak pengikutnya. Paling menonjol adalah persaudaraan, sehingga dengan kegiatan ini menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Moerdjoko.

Menurutnya, doa bersama tersebut menjadi pelengkap dari berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan kepada korban bencana di sejumlah daerah.

Ketua PSHT Cabang Ponorogo Moh. Komarudin menyebut BRB sebagai wujud kepedulian sosial yang terus dijaga PSHT.

Momentum tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan dan kepekaan sosial seluruh warga persaudaraan.

“Dengan adanya BRB momentum luar biasa. PSHT peduli negeri, menjalin persatuan dan kesatuan,” kata Komarudin.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengingatkan bahwa BRB memiliki sejarah panjang sebagai ruang doa bersama.

Kegiatan serupa pertama kali digelar saat Ponorogo dilanda bencana pada 2017.

“Sekarang 2025 kami gelar kembali untuk saudara yang tertimpa bencana. Semoga Ponorogo dan Indonesia terhindar dari bencana dan mara bahaya lainnya,” ungkap Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#psht #bencana Sumatera #Solidaritas Sosial #Pesilat Ponorogo #doa bersama #BRB 2025 #Bumi Reog Berdzikir #ponorogo