Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebakaran yang melanda gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo, Minggu (5/1), dipastikan tidak mengganggu pelayanan medis.
Api hanya menghanguskan area gudang penyimpanan obat tanpa melibatkan pasien maupun ruang layanan.
Plt Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo Made Jeren mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas medis instalasi gawat darurat (IGD).
Saat itu, terlihat kepulan asap tebal membumbung dari lantai dua gedung gudang farmasi.
“Isinya obat-obatan, kami harapkan obatan medis yang tersimpan bisa diselamatkan,” kata Made Jeren.
Ia menjelaskan, selain obat-obatan, gudang tersebut juga digunakan untuk menyimpan kertas resep serta kardus.
Material mudah terbakar itu diduga membuat api cepat merembet dan memicu asap pekat di sekitar lokasi kejadian.
“Tidak ada pasien atau pelayanan, hanya gudang farmasi yang terbakar. Kami pastikan tidak mengganggu pelayanan medis,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno menyebut proses pemadaman berlangsung cukup lama akibat kepulan asap yang sangat tebal.
Petugas bahkan harus bergantian melakukan pembasahan untuk mengantisipasi paparan gas beracun.
“Hingga pukul 19.00 proses pemadaman masih berlangsung. Asapnya masih banyak karena material mudah terbakarnya juga banyak,” ujar Bambang.
Dalam upaya pemadaman, empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan, dibantu dua truk tangki milik BPBD Ponorogo.
Total waktu yang dibutuhkan untuk menjinakkan api mencapai lebih dari tiga jam.
Bambang menambahkan, berdasarkan indikasi awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik.
Dugaan tersebut menguat karena tidak ditemukan sumber api lain di lokasi kejadian.
“Untuk kerugian belum bisa kami hitung,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto