Jawa Pos Radar Ponorogo – Jalan penghubung Kecamatan Ngebel–Jenangan di Desa Wagir Lor nyaris putus total.
Lebar jalan kabupaten yang semula lima meter kini hanya tersisa sekitar setengah meter setelah tergerus longsor.
Sejak 2021 lalu, badan jalan mulai amblas. Warga terpaksa membangun jembatan darurat dari kayu agar aktivitas harian tetap berjalan.
Namun, longsor terbaru yang terjadi Senin (12/1) membuat kondisi semakin mengkhawatirkan.
Jembatan darurat yang dibangun dua tahun lalu kini rawan ikut amblas.
Setiap melintas, warga harus ekstra waspada.
Di kanan kiri jembatan, jurang sedalam sekitar 20 meter menganga.
“Ini jalan utama warga untuk aktivitas. Anak sekolah, belanja, sampai penghubung antar kecamatan,” kata Winarsih, warga setempat.
Winarsih mengungkapkan, kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki membuat warga cemas, terutama saat mengantar anak ke sekolah.
Banyak orang tua memilih mendampingi anak melintas jembatan darurat tersebut.
“Takut kalau anak-anak lewat sendiri. Ada yang naik motor, ada juga yang jalan kaki karena tidak berani,” ujarnya.
Kepala Desa Wagir Lor Sumono menjelaskan, longsor pertama pada 2021 membuat sisi selatan jalan amblas hingga tersisa sekitar tiga meter.
Saat itu warga membangun jembatan kayu sebagai akses sementara.
“Longsor terbaru terjadi dua hari lalu. Warga kembali memperbaiki jembatan darurat sekitar 15 meter menyesuaikan kondisi kerusakan,” jelas Sumono.
Menurutnya, tidak ada jalur alternatif yang benar-benar aman.
Jika memutar, warga harus melewati kawasan Telaga Ngebel dan belok kanan menuju pemandian air panas, dengan jarak yang lebih jauh.
Pihak desa mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi jalan ke Pemkab Ponorogo.
Sejumlah instansi bahkan telah melakukan survei ke lokasi, termasuk BNPB.
Namun hingga kini belum ada penanganan permanen.
“Sebelumnya memang ada dua kali pekerjaan talud. Tapi karena kondisi jalan nyaris putus, kami berharap bisa dibangun jembatan permanen,” pungkas Sumono. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto