Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Terkendala Anggaran, E-Ticketing Telaga Ngebel Ponorogo Gagal Berlaku

Sugeng Dwi N. • Senin, 26 Januari 2026 | 15:30 WIB
Spot water fountain di Telaga Ngebel tetap menjadi magnet kunjungan wisatawan meski rencana penerapan e-ticketing belum terealisasi. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Spot water fountain di Telaga Ngebel tetap menjadi magnet kunjungan wisatawan meski rencana penerapan e-ticketing belum terealisasi. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

PONOROGO – Penerapan sistem e-ticketing di kawasan wisata Telaga Ngebel yang ditarget berlaku tahun ini dipastikan belum terealisasi.

Rencana penggunaan pembayaran digital QRIS hingga pemasangan portal otomatis di pintu masuk telaga masih tertunda.

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ponorogo mengakui realisasi e-ticketing terkendala persoalan teknis dan keterbatasan anggaran.

Hingga kini, sistem penarikan retribusi masih menggunakan mekanisme semi otomatis yang telah diterapkan sejak 2022.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudparpora Ponorogo, Dwi Santoso, mengatakan sistem tiket Telaga Ngebel terakhir diperbarui tiga tahun lalu.

Saat itu, tiket sobekan diganti dengan tiket cetak langsung melalui komputer.

“Kalau dulu tiket sobekan itu sulit memantau sehari dapat berapa, harus dihitung manual. Sekarang sudah otomatis,” ujarnya.

Rencananya pada 2026, sistem tersebut akan kembali di-upgrade untuk menutup potensi kebocoran pendapatan.

Disbudparpora sempat merancang pemasangan portal otomatis di pintu masuk telaga sekaligus penerapan pembayaran digital QRIS.

Koordinasi dengan Bank Jatim pun telah dilakukan untuk menyiapkan akun penampungan pembayaran.

Namun, rencana tersebut harus ditunda.

“Ada beberapa kendala, salah satunya anggaran,” ungkap Santoso.

Selain keterbatasan dana, pemasangan portal otomatis juga dinilai berpotensi mengganggu mobilitas warga lokal.

Kawasan lingkar Telaga Ngebel tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi akses utama aktivitas masyarakat setempat.

“Kalau pakai portal, warga lokal perlu kartu atau akses khusus. Itu juga butuh biaya, sehingga masih kami godok lagi,” tambahnya.

Sambil menunggu realisasi e-ticketing, Disbudparpora berupaya mengoptimalkan sistem yang ada agar retribusi tetap maksimal.

Salah satu langkah yang disiapkan ialah penambahan sif petugas tiket dari dua menjadi tiga sif per hari.

“Nanti kami bagi pagi, siang, dan malam. Tujuannya agar petugas tidak kelelahan dan pendapatan asli daerah tidak bocor,” tandas Santoso. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Disbudparpora Ponorogo #e-ticketing #wisata Ponorogo #Telaga Ngebel #QRIS wisata #retribusi daerah #ponorogo #PAD Ponorogo