Jawa Pos Radar Ponorogo – Upaya penguatan stok pangan nasional digeber sejak awal tahun.
Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo ditarget menyerap 79.264 ton beras dan 9.055 ton jagung sepanjang 2026.
Target tersebut ditetapkan pemerintah pusat sebagai bagian dari kebijakan nasional ketahanan pangan.
Penyerapan dilakukan langsung dari petani dan kelompok tani dengan mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP).
Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, hingga 24 hari awal 2026, realisasi serapan telah mencapai 1.486 ton gabah kering panen (GKP) dan 819 ton jagung.
Gabah petani dibeli seharga Rp 6.500 per kilogram sesuai ketentuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
“Kami sudah mulai melakukan penyerapan sejak awal tahun sesuai target yang ditetapkan pusat,” ujarnya.
Selain gabah, Bulog juga aktif menyerap jagung pipil kering.
Dalam pelaksanaannya, Bulog Ponorogo bersinergi dengan Polres Ponorogo untuk menjangkau petani binaan agar proses penyerapan berjalan optimal dan merata.
Harga jagung mengacu pada Keputusan Kepala Bapanas Nomor 216 Tahun 2025.
Jagung berkadar air 18–20 persen dibeli minimal Rp 5.500 per kilogram, sedangkan jagung dengan kadar air 14 persen dibanderol Rp 6.400 per kilogram, dengan batas kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
“Kami tidak membatasi volume serapan selama memenuhi ketentuan kualitas yang ditetapkan,” tegas Budiwan. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto