Jawa Pos Radar Ponorogo – Peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama digelar spesial oleh keluarga Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Ponorogo.
Rangkaian kegiatan berlangsung dua hari penuh dan melibatkan seluruh badan otonom (banom), mulai bazar UMKM hingga pentas seni tradisional.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ponorogo, Muhibbudin, mengatakan kegiatan peringatan 1 abad NU dikemas meriah dan menyentuh langsung masyarakat.
Bazar UMKM Muslimat dan Fatayat NU, pentas hadrah, hingga pertunjukan pelajar digelar di panggung ekonomi kreatif Jalan Pramuka, Ponorogo.
“Selain bazar UMKM, malam hari ada jaranan yang digelar teman-teman Ansor. Besok paginya ditutup dengan jalan santai,” ujar Muhibbudin.
Puncak peringatan ditandai doa bersama dan kenduri 100 tumpeng yang digelar di Masjid MI Ma’arif Mayak, Kelurahan Tonatan, Sabtu malam (31/1).
Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus ajang silaturahmi keluarga besar PCNU Ponorogo.
“Kami ingin peringatan 1 abad NU ini benar-benar menggerakkan seluruh kader. Bukan hanya seremonial, tapi UMKM bergerak, kesenian hidup,” jelasnya.
Peringatan satu abad NU ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan peran banom di tengah masyarakat.
Baik dalam kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelestarian seni budaya lokal.
“Puncak peringatan 1 abad NU secara regional nanti digelar bersama PWNU di Malang, Jawa Timur,” pungkas Muhibbudin. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto