Jawa Pos Radar Ponorogo - Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) kembali berkukuh di top ten Kharisma Event Nusantara (KEN).
Prestasi itu diraih lima tahun berturut-turut sejak 2022.
Tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menobatkan FNRP sebagai salah satu 10 besar unggulan KEN 2026.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, masuknya kembali FNRP dalam 10 besar KEN 2026 menjadi pengakuan eksistensi Reog Ponorogo di tingkat nasional.
Terlebih setelah reog ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBtB) UNESCO.
Dari total 125 event terpilih di 38 provinsi, FNRP menjadi salah satu yang dinilai memiliki daya tarik kuat dan nilai pelestarian budaya yang tinggi.
’’Masuknya FNRP dalam 10 besar KEN 2026 tentu menjadi kebanggaan. Ini sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikan reog,’’ kata Bunda Rita, sapaan Lisdyarita.
FNRP 2026 bakal digelar Juni mendatang.
Saat ini masih memasuki tahap pembahasan, menyusun rangkaian acara hingga peserta.
Namun, FNRP tahun ini diperkirakan dikemas lebih sederhana.
Pertimbangannya, anggaran terdampak kebijakan pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD).
’’Kami tetap siapkan dengan matang, meski harus menata ulang anggaran,’’ jelasnya.
Bunda Rita menambahkan, status UNESCO tidak cukup hanya dirayakan melalui festival tahunan.
Diperlukan penguatan pelestarian yang berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput, terutama melalui dunia pendidikan.
Pemkab Ponorogo tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait penguatan ekstrakurikuler reog di sekolah dasar (SD).
’’Pelestarian harus konsisten. Event berjalan, regenerasi juga jalan,’’ tambahnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto