Jawa Pos Radar Madiun – Suara keras dan melengking penuh tenaga dari peserta ke-27, Novtacinta Naura Hasna, sukses memecahkan suasana di Atrium Suncity Mall Madiun.
Siswi dari MIN 7 Ponorogo ini tampil sangat ekspresif di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026, Sabtu (14/2).
Tak hanya mengandalkan vokal yang kuat, Novtacinta membuka penampilannya dengan lagu perkenalan yang lucu dan menarik, seketika membuat ratusan pasang mata tertuju padanya.
Sudahkah Kita Meneladani Nabi?
Dalam tausiyahnya yang berapi-api, Novtacinta melontarkan pertanyaan reflektif kepada para hadirin.
"Sudahkah kita benar-benar meneladani akhlak Muhammad?" tanyanya menggugah hati.
Ia mengingatkan bahwa jika jawabannya belum, maka Ramadan tahun ini adalah momentum terbaik untuk berbenah diri.
Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur persoalan spiritual semata, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari ibadah hingga sikap sosial sehari-hari.
Ramadan "No" Kejahatan
Poin menarik disampaikan Novtacinta saat membahas akhlak Rasulullah yang tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan.
"Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memilih memaafkan dan melupakan," ujarnya tegas.
Mengambil inspirasi dari sifat pemaaf tersebut, ia mengajak teman-teman seusianya untuk menjauhi sikap pendendam.
"Jadikan Ramadan sebagai bulan no kejahatan," serunya dengan gaya kekinian.
Tenang di Tengah Keramaian
Selain soal memaafkan, Novtacinta juga menyoroti pentingnya menjaga ketenangan dan adab. Ia mencontohkan perilaku Rasulullah yang tetap tenang meski berada di tengah hiruk-pikuk pasar.
"Rasulullah tetap tenang bahkan di tengah keramaian pasar, terlebih lagi saat berada di masjid atau majelis ilmu," imbuhnya mengingatkan hadirin agar menjaga adab di tempat umum.
Penampilannya ditutup dengan ajakan semangat untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman hidup sehari-hari. (*)
Editor : Mizan Ahsani