Jawa Pos Radar Ponorogo – Rentetan jembatan putus memaksa Pemkab Ponorogo bertindak cepat.
Anggaran senilai Rp 2,3 miliar dari alokasi belanja tidak terduga (BTT) dikucurkan awal tahun ini.
Dana tersebut digunakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk memperbaiki empat jembatan dalam waktu dekat.
Kepala DPUPKP Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengatakan, perbaikan empat jembatan masuk skala prioritas.
Lokasinya meliputi jembatan di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel; jembatan Paringan, Kecamatan Jenangan; jembatan Grogol, Kecamatan Sawoo; serta jembatan di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal.
Masing-masing jembatan bakal digelontor anggaran Rp 500 juta untuk perbaikan.
“Awalnya kami anggarkan tiga jembatan. Terbaru ada jembatan Nambak juga rusak,” jelasnya.
DPUPKP juga menyiapkan Rp 300 juta untuk anggaran pendukung perbaikan.
Di Desa Nambak, perbaikan jembatan difokuskan pada sisi utara yang ambrol tergerus derasnya aliran sungai beberapa waktu belakangan.
Plat baja dan fondasi diperkuat untuk memperbaiki konstruksi.
“Sempat dibangun jembatan sesek bambu oleh warga. Kami putuskan ditutup sementara karena berbahaya,” jelasnya.
Proses perbaikan jembatan ditarget rampung kurang dari tiga bulan.
Percepatan perbaikan dilakukan seiring surat keputusan (SK) tanggap darurat yang diterbitkan pemkab.
“Setiap jembatan akan kami tinjau lagi perbaikannya seperti apa. Walaupun darurat harus tetap aman untuk bisa dilewati warga,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto