Jawa Pos Radar Ponorogo – Penetapan awal Ramadan berbeda tahun ini. Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa jatuh hari ini (19/2).
Selisih satu hari dibanding Muhammadiyah yang memulai puasa kemarin (18/2).
Plt Kakan Kemenag Ponorogo Moh. Thohari mengatakan, perbedaan merupakan hal lumrah dalam dinamika penentuan kalender hijriah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terpancing polemik yang berpotensi memecah belah.
Dia meminta umat tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
“Meski ada perbedaan awal Ramadan, mari saling menghormati dan menghargai. Jangan sampai perbedaan ini justru menjadi media untuk bermusuhan,” kata Thohari.
Kemenag mengajak seluruh elemen memperkuat kerukunan antarumat dan meningkatkan ukhuwah islamiyah.
Ramadan, menurutnya, menjadi momentum mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.
Bulan suci kali ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sekaligus menjaga keharmonisan antar sesama.
“Ramadan ini hendaknya menjadi sarana memperkuat persatuan dan mempererat tali silaturahmi,” ungkapnya.
Diketahui, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh kemarin.
Keputusan tersebut didasarkan pada perhitungan kalender hijriah.
Sementara itu, pemerintah menetapkan awal puasa pada hari ini.
Penetapan diputuskan melalui sidang isbat dengan metode hisab dan rukyat yang dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Pengamatan hilal dilakukan di sedikitnya 96 titik di seluruh Indonesia.
“Dengan adanya dua ketetapan tersebut, Kemenag Ponorogo mengajak masyarakat bijak menyikapi perbedaan,” pesannya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto