Jawa Pos Radar Ponorogo – Tingginya animo warga menerbangkan balon udara saat Lebaran diajangi kepolisian.
Polres Ponorogo mewadahi tradisi tersebut melalui festival balon udara yang digelar di Sirkuit Motocross Jurang Gandul pada 29 Maret mendatang.
Kapolres Ponorogo Andin Wisnu Sudibyo mengatakan festival tersebut menjadi konsekuensi atas larangan penerbangan balon udara tanpa awak.
Sebab, balon udara tanpa awak yang dilengkapi petasan dinilai berbahaya.
’’Festival ini menjadi wadah bagi warga Ponorogo yang memiliki hobi membuat balon udara. Harapannya nanti tidak ada lagi yang ilegal menerbangkan balon udara,’’ kata Andin.
Tercatat sekitar 20 peserta dari Wonosobo siap meramaikan festival tersebut.
Sementara untuk peserta lokal, setiap kecamatan bakal menerbangkan satu balon udara.
Festival tersebut rencananya akan menjadi agenda tahunan setiap Lebaran di Ponorogo.
’’Nanti tanpa petasan, balonnya diikat, ketinggian dibatasi dan ukuran balon serta lainnya,’’ ujarnya.
Pada sisi lain, kepolisian memperketat pengawasan terhadap aktivitas penerbangan balon udara dan petasan.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden ledakan yang memakan korban.
Seperti kejadian di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, yang menewaskan dua orang beberapa waktu lalu.
’’Setiap malam kami lakukan kegiatan cipta kondisi sekitar pukul 01.00 dini hari untuk meminimalkan kegiatan berbahaya seperti pembuatan petasan,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto