Jawa Pos Radar Ponorogo – Ribuan warga memadati Sirkuit Motocross Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Babadan, Minggu (29/3).
Mereka menyaksikan Reog Balon Carnival yang digelar Polres Ponorogo.
Sedikitnya 44 balon udara warna-warni sukses mengudara. Terdiri dari 24 peserta lokal dan 20 peserta undangan dari Wonosobo.
Pemandangan langit dipenuhi balon raksasa itu disebut menyerupai Capodania.
Salah seorang peserta, Barno, mengaku pembuatan balon festival tidak mudah.
Prosesnya membutuhkan waktu hingga satu bulan dengan ukuran mencapai 10 meter.
’’Sejak kecil sudah buat balon, tapi karena ini buat festival jadi agak berbeda. Utamanya tidak ada sumbu bakar jadi setelah besar dan terbang cepat turun lagi,’’ ujarnya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, festival ini menjadi wadah kreativitas sekaligus edukasi bagi masyarakat.
Dengan mendatangkan peserta luar daerah, diharapkan terjadi transfer keahlian dalam merakit balon yang aman.
’’Harapan kami, nanti 2027 semua balon yang dibuat semakin bagus, keahlian dan hobi balon masyarakat Ponorogo bisa tersalurkan,’’ katanya.
Berbeda dengan balon ilegal, balon festival dinilai jauh lebih aman. Balon diterbangkan dengan awak, ditambatkan menggunakan tali, serta tanpa sumbu api maupun petasan.
Dampaknya, jumlah balon liar tahun ini turun drastis hingga 80 persen.
’’Balon ilegal turun drastis tahun ini, semoga tahun depan peserta lebih banyak lagi,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menggeser tradisi balon udara tanpa awak yang berisiko.
’’Kami harapkan tidak ada lagi yang menerbangkan balon ilegal, jadi semua fokus bikin karya yang indah,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto