Jawa Pos Radar Ponorogo – Potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino mendorong sektor pertanian di Ponorogo segera beradaptasi.
Petani diminta menanam lebih awal dan memilih varietas padi tahan kekeringan.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertahankan Ponorogo, Tri Budi Widodo, menyebut varietas padi genjah menjadi solusi utama.
’’Varietas dengan masa tanam singkat lebih aman karena bisa dipanen sebelum puncak kemarau,’’ ujarnya, Sabtu (4/4).
Kemarau diprediksi berlangsung April hingga Oktober dan berpotensi mengurangi pasokan irigasi, terutama lahan tadah hujan.
Selain genjah, petani juga disarankan menggunakan varietas inpari dan inpago.
Keduanya dinilai lebih tahan terhadap kondisi kering dengan masa panen relatif cepat.
Percepatan masa tanam perlu dilakukan secara serentak.
Tujuannya agar fase pertumbuhan tanaman tidak berlangsung saat ketersediaan air semakin terbatas.
’’Strategi ini penting untuk menjaga produktivitas,’’ jelasnya.
Program listrik masuk sawah dinilai membantu petani.
Air tanah bisa dimanfaatkan menggunakan pompa saat irigasi berkurang.
Petani juga diimbau mengikuti AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi).
Langkah ini untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto