PONOROGO – Pemkab Ponorogo mulai mematangkan rangkaian agenda Grebeg Suro 2026. Perayaan tahunan itu bakal digelar lebih awal mulai Mei mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, rangkaian kegiatan akan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 20 Mei hingga 5 Juli 2026.
Puluhan agenda telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan tahun baru Islam tersebut. Mulai hiburan rakyat, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan bernuansa religi.
“Grebeg Suro adalah denyut utama pariwisata Ponorogo. Kalau tidak punya Grebeg Suro, maka Ponorogo punya andalan event apa? Grebeg Suro mampu mengguncang sampai level nasional,” ujarnya, Minggu (18/4).
Ia menjelaskan, konsistensi Grebeg Suro terbukti dengan masuknya Festival Nasional Reog Ponorogo dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama lima tahun berturut-turut.
Event tersebut menjadi satu dari 125 agenda unggulan dari 38 provinsi di Indonesia versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Selain menjadi ikon budaya, Grebeg Suro juga berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.
“Pedagang kaki lima, pelaku ekonomi kreatif, serta para seniman merasakan dampaknya,” tegasnya.
Meski digelar di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemkab tetap optimistis kualitas penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 dapat dipertahankan.
Momentum tahun ini juga dinilai strategis setelah Ponorogo resmi masuk UNESCO Creative Cities Network dalam kategori crafts and folk art.
Selain itu, kesenian Reog Ponorogo juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.
“Grebeg Suro 2026 harus menjadi prioritas. Efeknya besar, bukan saja dari sisi budaya tapi juga ekonomi,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto