Jawa Pos Radar Ponorogo – Jalan Raya Ponorogo–Pacitan (Jalur Poci) kilometer 227 di Desa Wates, Kecamatan Slahung, terancam rusak permanen.
Kajian Dinas PU Bina Marga Jatim bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan adanya potensi sesar aktif di bawah badan jalan.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Madiun Dinas PU Bina Marga Jatim Jarwoto menyebut, sesar berada di kedalaman sekitar 35 meter dan berpotensi terus bergerak.
“Kami sudah libatkan akademisi. Dari kajian ditemukan pergeseran tanah akibat sesar di kedalaman 35 meter,” ujarnya, Kamis (23/4).
Pergerakan tanah di jalur tersebut telah terjadi sejak 2017 dan hingga kini belum menunjukkan tanda berhenti.
Dampaknya, kerusakan jalan terus berulang meski perbaikan rutin dilakukan.
Ruas yang terdampak membentang sekitar 300 meter, terutama di area tikungan.
Penurunan elevasi jalan kerap terjadi, memaksa petugas melakukan penanganan berulang.
Untuk sementara, Bina Marga memilih penanganan darurat berupa pengurugan dan pelapisan ulang aspal saat kondisi tanah dinilai stabil.
“Sementara kami lakukan urugan dan aspal. Kalau amblas, diperbaiki lagi,” jelasnya.
Menurut Jarwoto, opsi penanganan permanen seperti pemasangan tiang pancang atau relokasi jalan membutuhkan biaya sangat besar.
Karena itu, langkah darurat dinilai lebih efisien dalam jangka pendek.
Selain itu, pihaknya juga telah menambah saluran drainase untuk mengurangi potensi kerusakan yang lebih parah, terutama saat musim hujan.
“Ruas ini masih menjadi pekerjaan rumah kami dan terus kami pantau,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto