Jawa Pos Radar Ponorogo – Instalasi air mancur patung Songgolangit di kawasan Pendapa Pemkab Ponorogo yang bertahun-tahun mati kini mulai difungsikan kembali.
Kehadiran water fountain tersebut langsung menjadi daya tarik baru warga untuk menghabiskan malam akhir pekan.
Meski sudah menyala dengan sorotan lampu warna-warni, Dinas Lingkungan Hidup masih melakukan serangkaian uji teknis agar pertunjukan air mancur dapat berjalan lebih maksimal.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto Sulistyawan, mengatakan konsep air mancur tersebut sebenarnya dirancang menyerupai water fountain Telaga Ngebel yang dapat bergerak mengikuti irama musik.
Namun, sistem pengoperasiannya masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada perangkat dan pola semburan air.
“Tapi masih ada kendala teknis sehingga terus kami lakukan uji coba,” katanya, Minggu (10/5).
Menurut Adhi, uji coba dilakukan hampir setiap malam. DLH menargetkan water fountain menjadi salah satu ikon baru kawasan Pendapa Pemkab Ponorogo.
Nantinya, pertunjukan air mancur akan dipadukan dengan musik dan tata cahaya untuk menghadirkan atraksi visual pada malam hari.
“Rencananya akan diputar musik dan air mancurnya bisa menari mengikuti irama,” jelasnya.
Tak hanya di kolam utama, konsep serupa juga direncanakan diterapkan di sejumlah kolam lain di kawasan pendapa, termasuk area patung macan.
Namun demikian, DLH menyoroti persoalan kebersihan yang mulai muncul seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Sampah plastik dan bungkus makanan kerap ditemukan mengotori kolam air mancur.
“Kendalanya sekarang justru sampah. Banyak pengunjung membawa makanan dan minuman lalu membuang bungkusnya di kolam,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto