Jawa Pos Radar Ponorogo – Rencana pembangunan pangkalan militer baru di Ponorogo mulai dimatangkan.
Rudi Saladin turun langsung meninjau kesiapan lahan calon markas Brigif TP dan Yonif TP di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Senin (25/5).
Total sekitar 102 hektare lahan disiapkan untuk pembangunan dua satuan baru tersebut.
Rinciannya, sekitar 37 hektare untuk Brigif TP dan 65 hektare untuk Yonif TP.
Mayjen TNI Rudy Saladin mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada empat barak konvensional beserta fasilitas dasar seperti instalasi listrik, air, dan akses jalan.
“Kami bangun dulu empat barak konvensional, termasuk instalasi listrik, air, dan akses jalannya,” ujarnya.
Menurut dia, sekitar 500 hingga 600 prajurit dijadwalkan mulai menempati kawasan tersebut pada 16–18 Juli mendatang.
Selain memperkuat pertahanan wilayah, keberadaan ratusan prajurit diyakini bakal menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Rudy memperkirakan perputaran uang dari kebutuhan personel bisa mencapai sekitar Rp 3 miliar per bulan.
“Kalau ada 600 prajurit dengan gaji rata-rata Rp 5–6 juta, berarti ada sekitar Rp 3 miliar uang beredar setiap bulan di desa,” katanya.
Karena itu, masyarakat diminta mulai menyiapkan peluang usaha penunjang seperti warung makan, toko kebutuhan harian, jasa laundry, hingga UMKM lainnya.
Ponorogo sendiri masuk dalam program pembangunan 17 Yonif Teritorial Pembangunan tahap IV Kodam V/Brawijaya.
Program serupa sebelumnya telah berjalan di sejumlah daerah lain seperti Bangkalan, Probolinggo, Lamongan, hingga Pacitan.
“Ekonomi kerakyatan akan tumbuh. Dampaknya sudah terlihat di daerah lain yang lebih dulu ada Yonif TP,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto