Jawa Pos Radar Ponorogo – Tikungan Randu-Randu di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek kembali menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas.
Sebuah truk ekspedisi diduga mengambil jalur lawan hingga bertabrakan dengan pikap bermuatan batu bata di Dukuh Ngemplak, Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Selasa (2/6).
Benturan keras menyebabkan bagian depan kedua kendaraan ringsek.
Pikap yang mengangkut batu bata mengalami kerusakan paling parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Tidak ada korban jiwa. Tetapi kerugian material cukup besar karena kondisi pikap rusak parah,” ujar Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula saat pikap AE 9437 AG yang dikemudikan Suroso, warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, melaju dari arah Ponorogo menuju Trenggalek.
Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk ekspedisi B 1991 CXS yang dikemudikan Muhammaddin Tanjung, warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketika memasuki kawasan tikungan Randu-Randu, truk diduga melewati marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
“Diduga truk mengambil jalur lawan sehingga terjadi benturan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” jelas Tutut.
Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan berat.
Polisi memperkirakan total kerugian material mencapai sekitar Rp 60 juta.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi kendaraan serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami perlambatan akibat proses penanganan kecelakaan.
Untuk kepentingan penyelidikan, kedua kendaraan diamankan.
Polisi juga masih meminta keterangan dari para pengemudi guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami masih meminta keterangan dari kedua sopir untuk memastikan penyebab kecelakaan,” tambahnya.
Sementara itu, warga sekitar, Asta Yanuar, mengaku lokasi tersebut memang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.
Selain berada di tikungan tajam, jarak pandang pengendara juga relatif terbatas.
“Memang harus ekstra hati-hati kalau melintas di sini. Tikungannya cukup berbahaya,” katanya. (gen/her)
Editor : Hengky Ristanto