Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

1.100 Bregada Meriahkan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026, Reka Ulang Sejarah Ponorogo

Sugeng Dwi N. • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:30 WIB
Prosesi Bedhol dan Kirab Pusaka Grebeg Suro menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Ponorogo. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO
Prosesi Bedhol dan Kirab Pusaka Grebeg Suro menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Ponorogo. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Prosesi Bedhol Pusaka dan Kirab Pusaka Lintasan Sejarah Grebeg Suro 2026 dipastikan berlangsung lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.

Sebanyak 1.100 bregada atau barisan prajurit kirab akan diterjunkan untuk mengiringi pusaka-pusaka bersejarah Ponorogo pada 14–15 Juni mendatang.

Jumlah peserta yang meningkat membuat agenda budaya tahunan tersebut diprediksi kembali menjadi magnet utama dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, ribuan bregada tersebut berasal dari Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta (Pakasa) Gebang Tinatar Ponorogo.

Tak hanya itu, sebanyak 42 sekolah juga akan turut berpartisipasi dalam prosesi budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Ponorogo tersebut.

“Iring-iringan kirab juga diikuti kereta jajaran forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta 21 camat se-Kabupaten Ponorogo,” kata Judha.

Dengan jumlah peserta yang lebih banyak, pemerintah daerah mengantisipasi potensi kepadatan massa di sepanjang rute kirab.

Karena itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan jalannya kegiatan tetap aman dan tertib.

“Peserta kirab lebih banyak sehingga perlu pengaturan yang matang agar pelaksanaannya aman dan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pakasa Gebang Tinatar Ponorogo Gendut Krisdiantoro menjelaskan, prosesi Bedhol Pusaka tetap mengacu pada tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan macapat sebelum pusaka diberangkatkan dari Pendapa Pringgitan Pemkab Ponorogo menuju Pendapa Astana Katong di Desa Setono, Kecamatan Jenangan.

Dalam prosesi tersebut, ribuan bregada akan mengarak tiga pusaka utama Ponorogo, yakni Tumbak Kiai Tunggul Nogo, Angkin Cindhe Puspito, dan Songsong Kiai Tunggul Wulung.

Arak-arakan pusaka akan semakin semarak dengan iringan korps musik prajurit Kasunanan Surakarta yang menjadi bagian dari prosesi adat.

Menurut Gendut, Bedhol dan Kirab Pusaka bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan memiliki makna historis yang kuat bagi masyarakat Ponorogo.

“Bedhol dan Kirab Pusaka ini merupakan reka ulang perpindahan pusat pemerintahan Ponorogo dari Kota Lama menuju Kota Tengah,” jelasnya. 

Editor : Hengky Ristanto
#Grebeg Suro 2026 #bedhol pusaka #pakasa gebang tinatar #kirab pusaka #ponorogo