Jawa Pos Radar Ponorogo – Belum lama masyarakat dihebohkan aksi komplotan warga negara asing spesialis penguras laci kasir toko, kini muncul teror baru.
Komplotan maling kotak amal berkeliaran dan menggasak uang infak di sejumlah tempat ibadah di Ponorogo.
Terbaru, empat masjid dan musala menjadi sasaran pencurian.
Bahkan, dalam satu hari, pelaku berhasil beraksi di tiga musala berbeda di Desa Jambon, Kecamatan Jambon.
Kepala Desa Jambon Munarsih mengatakan aksi pencurian terjadi pada Selasa (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB.
Tiga musala yang menjadi sasaran yakni Musala Al Mukminas, Musala Sunan Ngudung di Dusun Bureng, serta satu musala lainnya di Dukuh Krajan.
“Kasus pencurian pertama diketahui menjelang salat Magrib saat jamaah mendapati gembok kotak amal dalam kondisi rusak, setelah ditelusuri ternyata di musala lain juga sama,” ujarnya.
Aksi pelaku terekam kamera CCTV milik warga.
Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku berjumlah dua orang yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Revo.
Keduanya mengenakan pakaian serba gelap dan terlihat keluar masuk area musala dalam waktu berdekatan.
Sebelum beraksi, para pelaku bahkan sempat berbincang dengan warga sekitar sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
“Karena sikapnya biasa saja, warga tidak menaruh curiga,” terang Munarsih.
Dari hasil pendataan sementara, kerugian di masing-masing musala diperkirakan berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.
Pelaku diduga merusak gembok kotak amal sebelum mengambil seluruh uang infak yang tersimpan di dalamnya.
Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di Masjid Desa Ketro, Kecamatan Sawoo.
Kepala Desa Ketro Mursid Hidayat menduga pelaku yang beraksi merupakan komplotan yang sama.
Dari rekaman CCTV masjid, dua pria tersebut terlihat datang ke lokasi dengan berpura-pura menjadi jemaah.
Mereka sempat mengambil air wudu sebelum masuk ke area masjid.
Salah seorang pelaku bertugas mengawasi situasi di luar, sementara rekannya menguras isi kotak amal hingga habis.
“Satu pelaku berjaga di luar, satunya mengambil uang di kotak amal sampai habis. Perkiraan yang hilang sampai ratusan ribu,” ungkap Mursid.
Maraknya aksi pencurian kotak amal ini membuat pengurus tempat ibadah diminta meningkatkan kewaspadaan.
Selain memperkuat pengamanan fisik kotak amal, keberadaan CCTV juga dinilai penting untuk membantu proses identifikasi pelaku. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto