Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

600 Personel Amankan Malam 1 Sura di Ponorogo, Perbatasan Dijaga Ketat

Sugeng Dwi N. • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB
Personel gabungan melakukan penjagaan dan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Ponorogo saat malam 1 Sura. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Personel gabungan melakukan penjagaan dan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Ponorogo saat malam 1 Sura. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Pengamanan malam 1 Sura 2026 di Ponorogo dilakukan secara besar-besaran.

Sebanyak 600 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal rangkaian puncak Grebeg Suro sekaligus menjaga kondusivitas wilayah selama perayaan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa.

Selain mengamankan berbagai agenda budaya, aparat juga melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan guna mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah.

Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Edi Suyono mengatakan, ratusan personel tersebut disebar di berbagai lokasi strategis yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

“Semua kegiatan budaya kami kawal, bersama dengan TNI dan Pemkab Ponorogo,” ujarnya,, kemarin (15/6).

Pengamanan difokuskan pada sejumlah agenda utama, mulai Kirab Pusaka, penutupan Grebeg Suro, hingga kegiatan Laku Tirakatan yang digelar bertepatan dengan malam 1 Sura.

Petugas ditempatkan di sepanjang rute kirab, kawasan Alun-Alun Ponorogo, pusat keramaian, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan masyarakat.

Di saat bersamaan, Polres Ponorogo juga memberlakukan penyekatan di tiga jalur perbatasan utama, yakni arah Madiun, Trenggalek, dan Wonogiri.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan bersama antarperguruan pencak silat dan aparat keamanan agar kegiatan malam 1 Sura dilaksanakan di daerah masing-masing tanpa mobilisasi massa lintas wilayah.

“Pesilat yang hendak menuju Madiun maupun yang ingin masuk Ponorogo diminta putar balik,” jelas Edi.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan ketertiban yang dapat muncul akibat pergerakan massa dalam jumlah besar.

Di wilayah Ponorogo sendiri, kegiatan tirakatan dan doa bersama dilaksanakan secara mandiri di tingkat cabang, ranting, maupun rayon masing-masing perguruan.

Pengamanan tidak berhenti pada malam 1 Sura.

Aparat gabungan masih akan melanjutkan penjagaan hingga hari ini (16/6), terutama di kawasan Telaga Ngebel yang menjadi lokasi pelaksanaan tradisi Larung Sesaji.

Polres Ponorogo berharap seluruh rangkaian kegiatan budaya dan tradisi masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat.

“Harapan kami tentu bisa lancar terkendali, dan masyarakat bisa menikmati kegiatan budaya dengan nyaman serta menyambut tahun baru Muharam dengan khidmat,” pungkas Edi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Larung Sesaji Ngebel #Pengamanan suro #grebeg suro ponorogo #malam 1 Sura #Polres Ponorogo